Senin, 20 Juni 2022

PERANGKAT PEMBELAJARAN

Nama : Sari Murtini
NIM : 12001308
Kelas : 4G PAI
Makul : Magang 1


                Perangkat Pembelajaran
     Minggu ini saya akan membahas mengenai Perangkat pembelajara, apa si itu perangkat pembelajaran ? , Perangkat pembelajaran merupakan hal yang harus Disiapkan oleh guru sebelum melaksanakan Pembelajaran. Dalam KBBI (2007: 17), perangkat adalah alat atau perlengkapan, sedangkan pembelajaran adalah proses atau cara menjadikan orang belajar. Menurut Zuhdan, dkk (2011: 16) .Perangkat pembelajaran adalah alat atau Perlengkapan untuk melaksanakan proses yang memungkinkan pendidik dan peserta didik melakukan kegiatan pembelajaran. Perangkat pembelajaran menjadi pegangan bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran baik di kelas, laboratorium atau di luar kelas. Dalam Permendikbud No. 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah disebutkan bahwa Penyusunan perangkat pembelajaran merupakan Bagian dari perencanaan pembelajaran. Perencanaan Pembelajaran dirancang dalam bentuk silabus dan RPP yang mengacu pada standar isi. Selain itu, Dalam perencanaan pembelajaran juga dilakukan Penyiapan media dan sumber belajar, perangkat Penilaian, dan skenario pembelajaran. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) .
  Perangkat pembelajaran memiliki peranan yang sangat penting bagi seorang guru sebelum memulai proses pembelajaran. Perangkat pembelajaran yang diperlukan dalam mengelola proses belajar mengajar dapat berupa: silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Media Pembelajaran, Bahan Ajar, LKS, dan Perangkat Evaluasi. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Ibrahim (dalam Trianto, 2007: 68) menyatakan bahwa “perangkat pembelajaran yang diperlukan dalam mengelola proses belajar mengajar dapat berupa silabus, RPP, Lembar Kegiatan Siswa (LKS), Instrumen Evaluasi atau Tes Hasil Belajar (THB), serta Media Alat Peraga pembelajaran”. Jadi, Perangkat Pembelajaran dapat diartikan sebagai alat kelengkapan yang digunakan untuk membantu proses pembelajaran. Perangkat Pembelajaran merupakan salah satu perangkat wajib yang harus disiapkan seorang guru sebelum mulai Proses Belajar mengajar, Perangkat Pembelajaran terdiri dari ;
1. Silabus
Silabus merupakan suatu rencana pembelajaran yang sudah disusun sedemikian rupa demi tercapainya tujuan pembelajaran. Sebagaimana yang dikemukakan Trianto (2010: 201) menyatakan “silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu kelompok mata pelajaran tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar”.
Elemen rinci silabus terdiri dari:
• Batasan dan misi materi pelajaran yang akan disajikan kepada peserta didik.
• Tujuan dan Sasaran dari suatu materi pembelajaran.
• Keterampilan yang harus diraih oleh siswa pada setiap mata pelajaran yang disajikan.
• Rancangan poin konsep materi yang diberikan kepada siswa.
• Kegiatan dan referensi belajar yang menjadi penyokong kesuksesan dalam aktivitas pembelajaran.
• Cara evaluasi yang dipakai dalam pembelajaran.

2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Setelah silabus tersusun berikutnya yang dilakukan guru adalah menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Menurut Permendikbud Nomor 65 tahun 2013 dalam Kunandar (2014: 5) tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah RPP adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih.
Elemen yang terkandung pada RPP:
• Indikator/parameter pembelajaran
• Kompetensi dasar (KD) dan Standar kompetensi (SK)
• Skenario Pembelajaran
• Model Pembelajaran
• LKS (Lembar Kerja Siswa)
• Pokok pembahasan
• Pengukuran Hasil Belajar
• Sumber dan sarana/media/fasilitas dan Pembelajaran

3. Media Pembelajaran
Media pembelajaran adalah alat yang digunakan dalam proses pembelajaran untuk menyampaikan pesan, ide atau gagasan berupa bahan ajar kepada siswa oleh guru. Sebagaimana yang disampaikan oleh Daryanto (2013:5) bahwa proses belajar mengajar pada hakikatnya adalah proses komunikasi, penyampaian pesan dari siswa kepada penerima. Dalam proses pembelajaran ada pesan yang ingin kamu sampaikan dan disampaikan. Media berfungsi untuk menghubungkan informasi dari satu pihak ke pihak lain. Sedangkan dalam dunia pendidikan kata media disebut media pembelajaran.

4. Bahan Ajar
Menurut saya, bahan ajar merupakan seperangkat materi atau sarana atau alat pembelajaran untuk melangsungkan proses pembelajaran. Bahan ajar adalah bahan atau materi pelajaran yang disusun secara sistematis, yang digunakan guru dan siswa dalam proses pembelajaran (Pannen, 1995). Secara garis besar, fungsi bahan ajar bagi guru adalah untuk mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses pembelajaran sekaligus merupakan subtansi kompetensi yang seharusnya diajarkan kepada siswa. Fungsi bahan ajar bagi siswa untuk menjadi pedoman dalam proses pembelajaran dan merupakan subtansi kompetensi yang seharusnya dipelajari.

5. LKS
Lembar Kegiatan Siswa (LKS) merupakan panduan belajar bagi siswa yang berisi petunjuk, langkah-langkah dalam pengerjaannya dan juga biasanya berupa soal latihan yang berisikan petunjuk dalam pemecahan masalahnya. Lembar Kegiatan Siswa (LKS) juga dapat dikatakan sebagai panduan belajar di kelas bagi siswa yang digunakan untuk melakukan penyelidikan atau pemecahan masalah dalam menemukan konsep atau pengetahuan baru yang pastinya juga akan dibimbing oleh guru. Sebagaimana yang dikemukakan Azhar (dalam Maulida, 2009: 114), Ia menyatakan bahwa “lembar aktivitas siswa adalah lembaran yang berisi perintah-perintah yang dilakukan sesuai dengan prosedur kegiatan yang dilakukan dan persoalan[1]persoalan yang dikerjakan atau dijawab oleh siswa”.
Maka dapat disimpulkan bahwa LKS adalah lembar kerja siswa yang berisi materi ajar yang sudah dikemas sedemikian rupa, berupa soal-soal yang harus dikerjakan oleh siswa. Lembar kerja tersebut harus memenuhi paling tidaknya sebuah kompetensi dasar dikuasai oleh siswa.

6. Perangkat Evaluasi
Secara umum penilaian atau evaluasi adalah suatu proses sistematik untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan efisiensi suatu program. Evaluasi yang dikaitkan dengan pembelajaran di sekolah, adalah suatu usaha untuk mengukur beberapa atribut atau tingkah laku individu seperti pengetahuan, sikap, dan ketrampilan guna membuat keputusan tentang status atribut tersebut. Keputusan yang didasarkan atas pengukuran atribut-atribut tersebut kemudian menentukan tingkat penguasaan peserta didik atau keberhasilan mengajar seorang guru setelah dibandingkan dengan standar yang telah ada atau dibuat sebelumnya.

Senin, 13 Juni 2022

SISTEM EVALUASI

Nama : Sari murtini
NIM : 12001308
Kelas : 4G PAI
Makul : Magang 1

                   SISTEM EVALUASI

   Baiklah Minggu lalu saya telah membahas mengenai strategi pembelajaran, untuk Minggu ini membahas tentang sistem evaluasi.
   Pengertian evaluasi pendidikan adalah kegiatan yang dilakukan oleh guru secara sistematis, terarah dan terencana dalam upaya mengetahui sampai sejauh mana terjadi perubahan perilaku pada diri siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran sehingga guru dapat menentukan tindakan yang tepat. Evaluasi pendidikan adalah kegiatan mengumpulkan fakta atau bukti-bukti secara sistematis untuk menetapkan apakah telah terjadi perubahan pada diri siswa, dan sampai sejauh mana perubahan yang terjadi. Dalam proses pendidikan, evaluasi merupakan salah satu komponen penting dan memainkan peranan yang besar dalam mengidentifikasi keberhasilan suatu program pendidikan. Pada dasarnya, evaluasi dimaksudkan untuk memperoleh data atau informasi tentang jarak antara situasi yang ada dan situasi yang diharapkan dengan menggunakan kriteria-kriteria tertentu. Dengan menggunakan data dan informasi yang ada, guru dapat mengambil keputusan tentang kegiatan belajar mengajar selanjutnya. Agar proses evaluasi dapat berlangsung, maka instrumen evaluasi harus direncanakan, disusun, dan dilaksanakan.         Melalui kegiatan evaluasi ini guru akan mengetahui apakah proses pembelajaran yang telah dilakukannya dapat memberikan perubahan kompetensi siswa. Dengan demikian, evaluasi memiliki fungsi untuk mengetahui gambaran kondisi siswa dalam proses pembelajaran serta memberikan umpan balik bagi guru berdasarkan hasil kegiatan evaluasi ini. Dengan adanya evaluasi akan diketahui kelemahan dan kelebihan proses pembelajaran yang telah dilakukan. Melalui kegiatan evaluasi ini, guru juga dapat mengetahui kemampuan yang telah dimiliki siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran, dan melalui kegiatan evaluasi ini pula guru bisa menentukan tindakan apa yang harus dilakukan terhadap siswa yang kurang dan siswa yang menguasai pembelajaran serta siswa yang telah menguasai pembelajaran.

    Tujuan Evaluasi Pendidikan , tujuan utama dilakukan kegiatan evaluasi dalam proses belajar adalah untuk mendapatkan informasi yang akurat mengenai tingkat pencapaian tujuan instruksional oleh siswa sehingga dapat diupayakan tindak lanjutnya dalam bentuk fungsi evaluasi. Berbagai informasi yang dikumpulkan oleh guru dapat digunakan untuk berbagai tujuan. Guru dapat menggunakan bukti untuk memonitor kemajuan siswa dan membuat pertimbangan. Hasilnya dapat diinformasikan kepada para siswa, orang tua, guru-guru lain, pengurus dan otoritas sekolah mengenai hasil belajar yang demonstrasikan siswa.Pertimbangan guru ini dapat juga digunakan siswa untuk membuat keputusan yang mereka perlukan untuk meningkatkan proses pembelajaran serta kebutuhan sumber daya yang diperlukan bagi pembelajaran selanjutnya. Pertimbangan juga digunakan sebagai bahan untuk mendiskusikan cara belajar masa depan dengan para siswa, dan orang tua atau sebagai pemandu perencanaan program kelas dan kurikulum sekolah. Untuk itu dibutuhkan instrumen evaluasi yang baik dengan memiliki atribut yang berkaitan dengan:
1. Validitas yaitu kemampuan instrumen evaluasi untuk mengukur apa yang harus diukur.
2. Reliabilitas yaitu akurasi (ketepatan) dan konsistensi dari prosedur suatu pengukuran tertentu.
3. Kepraktisan yaitu sejumlah aspek dari instrumen sendiri yang bisa memudahkan proses pengadministrasian, penskoran, dan penginterpretasian hasil, serta tentang bagaimana penerapannya.

    Kedudukan Evaluasi Dalam Pembelajaran, Pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 57 ayat 1 yang menyatakan bahwa “evaluasi dilakukan dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak berkepentingan, di antaranya terhadap peserta didik, lembaga dan program pendidikan”. Sehingga kedudukan evaluasi pendidikan mencakup semua komponen, proses pelaksanaan dan produk pendidikan secara total, dan di dalamnya setidaknya terakomodir tiga konsep, yakni: memberikan pertimbangan (judgement), nilai (value), dan arti (worth).

    Fungsi Evaluasi Pembelajaran, Selain berbagai tujuan di atas, pentingnya evaluasi dalam pembelajaran dapat dilihat dari fungsi atau kegunaan yang dimilikinya. Menurut Arifin (2017, hlm. 15) fungsi atau kegunaan yang dimiliki oleh evaluasi pembelajaran adalah sebagai berikut.
1. Fungsi formatif,
Yakni untuk memberikan umpan balik kepada guru sebagai dasar untuk memperbaiki proses pembelajaran dan mengadakan program remedial jika diperlukan bagi peserta didik.
2. Fungsi sumatif
Yaitu menentukan nilai kemajuan atau hasil belajar peserta didik dalam mata pelajaran tertentu, sebagai bahan untuk memberikan laporan kepada berbagai pihak, penentuan kenaikan kelas, dan penentuan lulus tidaknya peserta didik.
3. Fungsi diagnostik
Yakni untuk memahami latar belakang meliputi latar psikologis, fisik, dan lingkungan peserta didik yang mengalami kesulitan belajar, yang hasilnya dapat digunakan sebagai dasar dalam memecahkan kesulitan-kesulitan tersebut.
4. Fungsi penempatan
Yaitu menempatkan peserta didik dalam situasi pembelajaran yang tepat (misalnya dalam menentukan program spesialisasi) sesuai dengan tingkat kemampuan peserta didik.
   Sementara itu fungsi evaluasi menurut Sudjana (2017, hlm. 3) dikelompokkan menjadi tiga fungsi, yakni sebagai berikut :
1. Alat untuk mengetahui tercapai-tidaknya tujuan instruksional.
2. Umpan balik bagi perbaikan proses belajar-mengajar.
3. Dasar dalam menyusun laporan kemajuan belajar siswa kepada para orang tuanya.
Pendekatan Sistem, evaluasi pendekatan sistem adalah evaluasi yang dilakukan melalui sistem atau totalitas dari berbagai komponen yang saling berhubungan dan ketergantungan. Komponen evaluasi yang dimaksud meliputi komponen kebutuhan dan feasibility, komponen input, komponen proses, dan komponen produk .Stuffebeam menyingkatnya sebagai CIPP, yakni context, input, process, product. Komponen-komponen ini harus menjadi landasan pertimbangan dalam evaluasi pembelajaran secara sistematis. Berbeda dengan pendekatan tradisional yang hanya menyentuh komponen produk saja. Mudahnya pendekatan ini tidak hanya mempertimbangkan penilaian kognitif atau penguasaan mata pelajaran saja. Namun melibatkan seluruh komponen yang ada, misalnya keaktifan, afeksi, karakter, atau berbagai komponen lain yang dibutuhkan dalam suatu pembelajaran.
    Dapat disimpulkan bahwa evaluasi pendidikan adalah suatu proses sistematis yang mengumpulkan, menganalisis, menafsirkan, dan mempertimbangkan sekaligus memberikan umpan balik untuk mengetahui tingkat pencapaian terhadap berbagai komponen pendidikan pada satu jalur, jenjang, dan jenis pendidikan sebagai informasi untuk membuat keputusan untuk mempertanggungjawabkan penyelenggaraan pendidikan.

Minggu, 05 Juni 2022

STRATEGI PEMBELAJARAN

Nama : Sari murtini
NIM : 12001308
Kelas : 4G PAI
Makul : Magang 1
            

               STRATEGI PEMBELAJARAN

    Baiklah pada Minggu lalu sebelumnya kita telah membahas mengenai perangkat pembelajaran, untuk Minggu ini pula kita akan membahas tentang strategi pembelajaran.
   Dalam meningkatkan pengetahuan dan kualitas pembelajaran anak-anak atau siswa. Guru atau pendidik perlu memiliki beberapa strategi pembelajaran yang ampuh. Strategi tersebut dibuat supaya siswa maupun mahasiswa cepat paham dan mengerti dari pembelajaran yang diberikan.Selain itu strategi pembelajaran juga bisa berupa cara mengajar supaya siswa merasa nyaman selama belajar.Strategi dalam pembelajaran sangat dibutuhkan bagi siswa. Bukan hanya agar siswa mencapai target yang diinginkan, tapi pendidik juga mendapatkan goals berupa siswa yang berhasil dididik dari strategi tersebut. Pertama kita akan membahas mengenai pengertian strategi pembelajaran , strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Selain itu strategi pembelajaran dapat membantu mengatasi beberapa masalah yang dihadapi oleh siswa selama belajar.Strategi ini dilakukan untuk memantau perkembangan siswa setiap waktu. Jadi, siswa dapat belajar dengan optimal dengan hasil yang memuaskan.
    Strategi pembelajaran ada bermacam-macam jenis , Bila dilihat dari penyajiannya strategi pembelajaran dibagi 2 yaitu ada induktif dan deduktif. Strategi pembelajaran ini sifatnya konseptual atau Semua hal yang berhubungan dengan hasil yang baik pastilah mempunyai konsep yang baik pula di dalamnya. Jadi Strategi atau model pembelajaran ini bisa diimplementasikan dengan bentuk metode pembelajaran yang nyata. Metode pembelajaran yang bisa dipilih dari konsep strategi pembelajaran adalah 1. Ceramah, 2. Diskusi kelompok, 3. Demonstrasi , 4. Simulasi, 5. Pengalaman lapangan, 6. Mind Mapping, 7. Drama.dan lain-lain.
  Dalam kurikulum 2013 strategi pembelajaran atau model pembelajaran ada 5 Yaitu:
1. Strategi discovery Learning (DL) (Menyingkap Pembelajaran)
Untuk strategi discovery learning adalah teori belajar yang didefinisikan sebagai proses pembelajaran yang terjadi bila pelajar tidak disajikan dengan pelajaran dalam bentuk finalnya, tetapi diharapkan mengorganisasi sendiri
2. Strategi inkuiri Learning (IL) (Penyelidikan Pembelajaran)
Strategi ini Didefinisikan oleh Piaget (Sund dan Trowbridge, 1973) sebagai: Pembelajaran yang mempersiapkan situasi bagi anak untuk melakukan eksperimen sendiri; dalam arti luas ingin melihat apa yang terjadi, ingin melakukan sesuatu, ingin menggunakan simbul-simbul dan mencari jawaban atas pertanyaan sendiri, menghubungkan penemuan yang satu dengan penemuan yang lain, membandingkan apa yang ditemukan dengan yang ditemukan orang lain.
3. Strategi Problem Based Learning (PBL) (Pembelajaran berbasis masalah)
Adalah metode pengajaran yang bercirikan adanya permasalahan nyata sebagai konteks untuk para peserta didik belajar berfikir kritis dan keterampilan memecahkan masalah, dan memperoleh pengetahuan (Duch,1995).
4. Strategi Project Based Learning (PBL) (Pembelajaran Berbasis proyek)
Adalah pembelajaran yang menggunakan proyek/kegiatan sebagai media. Peserta didik melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, sintesis, dan informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar.
5. Strategi Saintifik Learning (SL) ( Pembelajaran Ilmiah
Adalah Proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif mengonstruk konsep, hukum atau prinsip melalui tahapan-tahapan mengamati (untuk mengidentifikasi atau menemukan masalah), merumuskan masalah, mengajukan atau merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisis data, menarik kesimpulan dan mengomunikasikan konsep, hukum atau prinsip yang “ditemukan”.
   Kemudian Ada berbagai macam strategi pembelajaran yang diterapkan untuk membuat sukses siswa selama belajar. Berikut beberapa macam strategi dalam pembelajaran yang sering digunakan :
- Metode Simulasi
Metode ini berupa sebuah tiruan yang bisa dicontoh oleh siswa. Tiruan ini diperagakan oleh pendidik supaya siswa dapat memahami konsep tiruan yang diajarkan oleh pendidik. Manfaat dari metode ini adalah meningkatkan semangat siswa agar tidak bosan dengan metode yang sama setiap saat.
- Metode Diskusi
Metode ini umumnya diberikan kepada siswa berupa sebuah masalah. Diskusi dengan teman-teman membuat siswa dapat menemukan hasil dan solusi dari masalah yang diberikan tersebut. Metode ini bisa meningkatkan kerja otak siswa dalam berpikir dan memberikan pendapat.
- Metode Demonstrasi
Metode ini salah satu strategi pembelajaran yang umum dilakukan di beberapa tempat. Demonstrasi dilakukan supaya siswa dapat melatih konsentrasi dalam mendengar, menghormati orang berbicara dan memudahkan siswa dalam mengerti materi. Hal ini karena setiap materi dijelaskan dengan detail oleh pendidik.
Contoh strategi pembelajaran yang sering diterapkan pendidik di banyak tempat adalah sebagai berikut:
1. Permainan peran siswa
Strategi ini dilakukan untuk memungkinkan siswa memainkan peran berdasarkan peran yang diberikan, misalnya guru memberikan contoh peran yang akan dimainkan dalam jangka waktu tertentu. Contoh ini dapat mengajarkan siswa untuk meniru peran orang lain.
2. Pengalaman menulis siswa
 Strategi pembelajaran ini dirancang untuk mengasah kreativitas otak siswa dalam menulis dan mengingat kembali pengalaman lucu atau sedih yang pernah terjadi. Oleh karena itu, siswa dapat mengungkapkan sesuatu melalui tulisan.
 3. Siswa membaca nyaring
Setelah menuliskan pengalaman tersebut, Anda juga dapat mengajak siswa untuk membacakan pengalaman tatap muka dengan lantang di depan kelas. Strategi ini untuk melatih pikiran siswa.
Membaca di depan kelas dapat meningkatkan rasa percaya diri siswa. Selain itu, siswa lain dapat mendengarkan dengan baik apa yang dibacakan teman mereka.
 4. Siswa mencari informasi
Strategi ini dilakukan dalam kelompok-kelompok kecil, masing-masing dengan tema yang berbeda. Untuk setiap topik yang diberikan, informasi harus dicari, baik dari internet atau wawancara dengan nara sumber. Hal ini melatih siswa untuk dapat berdiskusi dengan temannya. Diskusikan hasil atau rujuk ke solusi untuk informasi terbaik.
5. Debat siswa
Contoh strategi pembelajaran ini sangat baik di dalam kelas. Pendidik dapat membagi siswa menjadi dua kelompok dengan mata pelajaran yang sama tetapi berbeda sudut pandang atau kelebihan dan kekurangannya. Debat dimulai dengan memberikan jawaban dan alasan masing-masing kelompok. Hal ini dilakukan agar siswa dapat melatih keterampilan berbicara. Selain itu, siswa dapat memberikan pendapat dan sanggahan terhadap masalah yang dihadapinya
    Pembelajaran ini mempunyai tujuan , tujuan dari pemakaian bermacam-macam strategi pembelajaran adalah agar tercapai standar kompetensi kelulusan. Kopentensi kelulusan meliputi sikap, pengetahuan dan keterampilan.Untuk memperkuat pendekatan ilmiah atau scientific maka diperlukan strategi pembelajaran berbasis menyingkap/penelitian (discovery/inquiry learning) Sedangkan untuk mendorong peserta didik guna menghasilkan karya nyata, baik induvidu maupun kelompok maka strategi penbelajaran berbasis proyek (Project Based learning) sangat ditekankan.

Baiklah sekian pembahasan mengenai strategi pembelajaran untuk Minggu ini, TERIMA KASIH.

Selasa, 31 Mei 2022

PERANGKAT PEMBELAJARAN

Nama : Sari murtini
NIM : 12001308
Kelas : 4G PAI
Makul : Magang 1

    PERANGKAT PEMBELAJARAN
Jadi minggu yang lalu saya sudah membahas mengenai Kurikulum, maka Minggu ini saya akan membahas tentang Perangkat Pembelajaran pula. Pasti ada di antara kita masih ada yang belum tau apa saja perangkat penilaian itu, nah disini akan saya paparkan sedikit menurut pemahaman saya pribadi.

Perangkat adalah alat atau perangkat, sedangkan pembelajaran adalah proses atau cara yang memungkinkan orang untuk belajar, dan alat pembelajaran adalah alat atau perangkat yang melakukan proses, memungkinkan pendidik dan siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran. Perangkat pembelajaran ini seharusnya menjadi salah satu pedoman bagi guru untuk belajar di dalam kelas, di laboratorium atau di luar kelas. Perangkat pembelajaran adalah program yang digunakan selama proses pembelajaran. Karena itu, Kunandar menjelaskan “Setiap guru pada suatu satuan pendidikan wajib menyusun perangkat pembelajaran yang lengkap dan sistematis untuk pembelajaran” Interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang dan memotivasi siswa berpartisipasi secara aktif". Perangkat pembelajaran memainkan peran penting bagi guru sebelum memulai proses pembelajaran dan alat belajar yang dibutuhkan dalam proses belajar mengajar.
Berkenaan dengan perangkat pembelajaran, ada banyak bahan, alat, media, petunjuk dan panduan yang akan digunakan selama proses pembelajaran. Perangkat pembelajaran adalah kumpulan sumber belajar yang memungkinkan guru dan siswa melakukan kegiatan pembelajaran. Termasuk dalam Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013, Standar Pendidikan Dasar dan Menengah, penyiapan perangkat pembelajaran merupakan bagian dari penyiapan perangkat pembelajaran. Rencana pembelajaran dirancang dalam bentuk silabus dan rencana pembelajaran dengan mengacu pada standar isi. Selain itu, rencana pembelajaran meliputi penyiapan media dan sumber pembelajaran, perangkat penilaian dan skenario pembelajaran.

Perangkat Pembelajaran merupakan salah satu perangkat wajib yang harus disiapkan seorang guru sebelum mulai Proses Belajar mengajar, Perangkat Pembelajaran terdiri dari ;
1. Silabus
Perangkat ini berisi Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang harus dicapai, untuk mencapainya diukur berdasarkan indikator pencapaian. Silabus ibarat ringkasan dari kurikulum karena didalamnya terdapat target pencapaian, media, dan lain sebagainya.
=> Elemen Rinci Silabus :
✓Batasan dan misi materi pelajaran yang akan disajikan kepada peserta didik.
✓Tujuan dan Sasaran dari suatu materi pembelajaran.
✓Keterampilan yang harus diraih oleh siswa pada setiap mata pelajaran yang disajikan.
✓Rancangan poin konsep materi yang diberikan kepada siswa.
✓Kegiatan dan referensi belajar yang menjadi penyokong kesuksesan dalam aktivitas pembelajaran.
✓Cara evaluasi yang dipakai dalam pembelajaran.

2. RPP
RPP atau Rencana Pelaksanaan Pembelajaran merupakan langkah-langkah yang harus di tempuh oleh guru dalam rangka pemberian pelayanan kepada peserta didik. Perencanaan yang dirancang mencakup model, metode, pelaksanaan, evaluasi dan instrumen penilaian.
=> Ini adalah elemen yang terkandung pada RPP:
✓Indikator/parameter pembelajaran
✓Kompetensi dasar (KD) dan Standar kompetensi (SK)
✓Skenario Pembelajaran
✓Model Pembelajaran
✓LKS Lembar Kerja Siswa
✓Pokok pembahasan
✓Pengukuran Hasil Belajar
✓Sumber dan sarana/media/fasilitas dan Pembelajaran.

3. Kalender Akademik
Kalender pendidikan atau akademik adalah manajemen waktu untuk aktivitas belajar mengajar siswa dalam satu tahun ajaran. Di dalamnya terdiri dari manajemen waktu pembelajaran seperti UAS dan UTS, tahun ajaran, minggu belajar efektif dan hari libur.

4. Program Tahunan
Program Tahunan yang berguna untuk mengetahui batasan dari sebuah materi yang telah ditetapkan sebelumnya di dalam tabel program tahunan. Prota terdiri dari informasi materi pelajaran dalam rentang satu tahun pembelajaran. Dan dalam satu tahun terdiri atas dua semester dan prota dibuat berlandasan program semester tersebut.

5. Program Semester
Promes adalah singkatan dari program semester yang berguna untuk mendeskripsikan pemberian materi dalam rentang waktu satu semester berlandaskan kompetensi dasar dan standar kompetensi yang sudah dibuat di Standar Isi.

6. Rincian Pekan Efektif
Rincian pekan efektif adalah perhitungan jam efektif pada setiap mata pelajaran dalam satu minggu. Detail bisa berupa jam efektif dan tidak efektif dalam satu minggu di satu semester. RPE merupakan hasil analisa pada manajemen waktu yang efektif pada saat tahun ajaran dilaksanakan. Dalam membuat RPE guru harus mengacu pada kalender pendidikan/akademik yang telah disusun. RPE bisa berfungsi untuk panduan guru ketika menetapkan hari efektif dalam aktivitas pembelajaran.

7. Buku Absen
Buku absen merupakan buku yang berisi nama lengkap siswa pada suatu kelas. Kegunaan dari buku absen adalah untuk memantau kehadiran siswa di kelas.

8. Buku Jurnal
Buku jurnal merupakan buku yang memuat tentang catatan sikap siswa pada saat aktivitas pembelajaran dilakukan. Catatan tersebut mulai dari sikap tanggung jawab, kerja kelompok aturan dll.

9. Buku Penilaian
Buku penilaian ini berfungsi untuk mencatat segala informasi dari hasil evaluasi belajar siswa.

10. Bundel Portofolio
Kita sering menyebutnya clipping yang merupakan kumpulan tugas yang dikerjakan peserta didik. Bundel portofolio berguna untuk mengawasi setiap peningkatan yang dilakukan siswa dalam aktivitas pembelajaran. Ini berguna agar siswa bisa mencapai kompetensi dasar yang telah ditetapkan. Dengan bundel ini guru bisa mengetahui cara yang baik untuk mengembangkan kemampuan siswa dan bisa memutuskan metode atau model apa yang harus dilaksanakan.

11. Bank Soal
Seperti namanya, bank soal merupakan buku yang terdiri dari himpunan soal yang nantinya diberikan ke siswa untuk mengembangkan daya pikir dan penyelesaian masalah pada aktivitas pembelajaran.

12. Media
Ketika pelaksanaan dan presentasi pembelajaran dimulai. Media adalah salah satu elemen yang penting dalam kesuksesan pembelajaran karena media pembelajaran berguna untuk menunjang materi atau konten pembelajaran. Keputusan dalam memilih media mana yang cocok untuk siswa adalah sebuah tantangan bagi guru dalam mengasah daya analisa dan kreativitasnya.

Manfaat Perangkat Pembelajaran Bagi Guru.
1. Perangkat Pembelajaran Sebagai Pedoman
2. Sebagai Perbandingan Tolak Ukur atau Evaluasi
3. Peningkatan Profesionalisme
4. Mempermudah

    Dapat saya simpulkan dari penjelasan ini bahwa perangkat pembelajaran adalah kumpulan sumber belajar atau alat bantu yang digunakan oleh guru dan siswa dalam proses melaksanakan kegiatan pembelajaran. Sekian dari saya terima kasih

Selasa, 24 Mei 2022

KURIKULUM

Nama : Sari murtini
NIM : 12001308
Kelas : 4G PAI
Makul : Magang 1
                     

                     KURIKULUM

  Menurut saya dalam dunia pendidikan, kurikulum itu sangat lah penting. Tanpa kurikulum yang tepat, siswa tidak akan dapat mencapai tujuan pembelajaran yang sesuai. Seiring dengan perkembangan zaman, kurikulum dunia pendidikan terus mengalami perubahan. Semuanya disesuaikan dengan kebutuhan siswa pada zamannya masing-masing. Lintasan juga dapat diartikan sebagai jarak yang harus ditempuh seorang pelari untuk mendapatkan medali atau hadiah lainnya. Kurikulum juga bisa dapat kita artikan sebagai sebagai suatu rencana tulis yang menggambarkan cakupan dan susunan program pendidikan yang diprojekkan bagi suatu sekolah.Jadi kurikulum itu adalah suatu program pendidikan yang berisikan berbagai bahan ajar dan pengalaman belajar yang diprogramkan, direncanakan dan dirancang secara sistematik atas dasar norma-norma yang berlaku yang dijadikan pedoman dalam proses pembelajaran bagi tenaga kependidikan dan peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan. Terminologi kurikulum kemudian disesuaikan dalam dunia pendidikan. Dengan demikian, konsep kurikulum dalam dunia pendidikan menjadi seperangkat mata pelajaran yang harus dipelajari dan dipelajari siswa untuk mendapatkan ijazah atau penghargaan. Kurikulum penting bagi setiap sekolah dan berfungsi sebagai pedoman bagi guru. Khusus untuk sekolah reguler, kurikulum akan berfungsi sebagai pedoman dan memberikan arahan instruksional.
    Menurut pemahaman kurikulum, ini direncanakan, dan dalam dunia pendidikan, semua kegiatan siswa dapat diatur dengan cara ini. Demi tercapainya tujuan pendidikan. Bahkan dapat dikatakan bahwa jika tidak ada kurikulum, maka pembelajaran di sekolah tidak dapat berjalan dengan lancar. Karena semuanya termasuk dalam kelas. Tentu saja ada berbagai perubahan dan adaptasi. Oleh karena itu, tidak heran jika seorang ahli bernama Beauchamp (1998) mengemukakan bahwa kurikulum merupakan inti dari pendidikan. Sebagaimana disebutkan dalam pengertian kurikulum, segala sesuatu tentang pembelajaran siswa di sekolah akan dinyatakan di dalamnya. Jadi kurikulum memegang peranan penting. Sementara itu, fungsi dapat diartikan dengan berbagai cara tergantung pada bidang di mana istilah tersebut digunakan. Kurikulum memiliki fungsi kepala sekolah sebagai pengelola dan pemimpin penyelenggaraan pendidikan sekolah.
   Kepala sekolah bertugas mengelola pendidikan di tempatnya masing-masing, yaitu dengan mengkoordinir dan mengawasi setiap pelajaran. Apakah kursus dilaksanakan seperti yang ditentukan. Untuk setiap guru mata pelajaran, pelajaran bersifat instruktif baik di dalam maupun di luar kelas. Karena setiap kelas adalah tanggung jawab dan tanggung jawab setiap guru mata pelajaran. Ketiga, bagi siswa, mereka adalah tujuan dari kursus. Dalam proses pendidikan, siswa adalah titik fokus dari setiap pembelajaran. Oleh karena itu, mata kuliah berfungsi sebagai acuan mata kuliah pendidikan apa yang harus dipelajari dan dipahami mahasiswa serta tujuan pembelajaran apa yang harus dicapai pada setiap jenjang. Sementara orang tua tidak terlibat langsung dalam pembelajaran, mereka memainkan peran penting dalam keberhasilan siswa. Dalam hal ini, mereka akan menerima hasil dari proses pembelajaran yang dilakukan di sekolah. Oleh karena itu, nilai siswa untuk setiap kelas yang akan dilaporkan kepada orang tua juga terkait erat dengan kelas. Tentu saja, segala sesuatu yang direncanakan harus memiliki tujuan, seperti halnya kurikulum. Tanpa tujuan yang jelas, apa yang dirumuskan tentu saja tidak ada artinya. Pendidikan di Indonesia tentunya memiliki tujuan, oleh karena itu kurikulum dibentuk untuk mencapai prestasi pendidikan tersebut. Tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di negara-negara lain, pelajaran tersebut memiliki tujuan. Meskipun masing-masing negara sudah memiliki tujuan yang berbeda dari yang lain. Semua itu disesuaikan dengan falsafah negara, sumber daya manusia dan alam, serta kondisi politik dan sosial warganya. Tujuan pendidikan pada semua jenjang di Indonesia adalah:
• Tujuan pendidikan dasar yang menaruh perhatian penting pada aspek kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, dan juga keterampilan sebagai pondasi utama. Dengan pondasi tersebut diharapkan peserta didik mampu hidup lebih mandiri, serta memiliki kesiapan untuk memasuki jenjang pendidikan selanjutnya.
• Tujuan pendidikan menengah, yakni untuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, dan juga keterampilan guna menjadi bekal bagi kehidupan remaja yang penuh tantangan.
• Tujuan pendidikan menengah kejuruan, yang bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, dan ketrampilan yang jauh lebih baik dari sebelumnya.
   Kurikulum juga dapat bertujuan untuk mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia. Kurikulum sendiri memiliki konsep sebagai substansi, sebagai sistem, dan sebagai bidang studi. Kurikulum juga memiliki komponen yang pertama ada tujuan kurikulum, kedua materi kurikulum, ketiga strategi pembelajaran, keempat organisasi kurikulum, dan yang kelima kurikulum juga harus memiliki komponen evaluasi. Kurikulum di Indonesia sendiri terus mengalami perubahan karena perkembangan zaman yang dimanis dan harus terus menyesuaikan agar tidak tertinggal. Kurikulum yang pertama di Indonesia dikenal dengan Rentjana Pelajaran 1947 yang menekankan pada pembentukan karakter masyarakat Indonesia sebagai manusia yang merdeka dan berdaulat. Dan terus mengalami perubahan dari tahun ketahuannya untuk menyesuaikan dengan kondisi zaman.Itu adalah beberapa informasi mengenai kurikulum semoga memberikan manfaat untuk kita semua.
   Dengan demikian, siswa dapat hidup mandiri di masyarakat dan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Oleh karena itu, kurikulum akan memuat materi berupa buku teks untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran baik di dalam maupun di luar kelas untuk mencapai tujuan pembelajaran. Materi dalam perkuliahan tidak boleh sembarangan dibuat. Materi yang tercantum harus dikembangkan sesuai dengan diri masing-masing siswa, bermakna bagi mereka, kemudian mengandung pengetahuan ilmiah yang dapat dibuktikan kebenarannya, menjadi cerminan realitas bangsa, dan mampu mendukung pencapaian tujuan pendidikan.

Selasa, 17 Mei 2022

KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK

Nama : Sari murtini
NIM : 12001308
Kelas : 4G PAI
Makul : Magang 1

            Karakteristik Peserta Didik

    Setiap anak itu memiliki karakteristik yang berbeda dan guru membutuhkan Kenali ciri-ciri awal siswa agar mudah mudah dikelola dengan Pembelajaran termasuk memilih strategi manajemen, yang kompetensi yang berkaitan dengan bagaimana menyelenggarakan pengajaran, Mereka memiliki komponen pengajaran seperti ini untuk diikuti Karakteristik siswa yang akhirnya belajar lebih banyak Arti berdasarkan kemampuan ini dapat diturunkan dari Di mana harus mulai mengajar dan di level berapa d dapat dihentikan. Oleh karena itu, mengajar dimulai dengan kompetensi awal kemampuan tertinggi (tujuan akhir), yaitu menjadi Tanggung Jawab Guru Guru harus memahami karakteristik siswa karena Mengidentifikasi karakteristik siswa dan membantu guru Bimbing mereka untuk mengejar tujuan yang mereka inginkan. Selain itu, guru harus mampu memahami kepribadian siswa. Memahami karakter siswa membutuhkan keseriusan dan keterlibatan Pikiran guru membuatnya mengerti karakternya Benar dan benar.
    Tujuan pemahaman yang diinginkan Karakteristik awal siswa adalah menentukan apa yang harus dilakukan mengajar, bagaimana membuat siswa mengikuti karakteristik mereka sendiri. Karakteristik siswa salah Sebuah variabel kondisi pengajaran. Variabel didefinisikan sebagai Aspek atau kualitas pribadi siswa. Aspek terkait dapat Berupa bakat, minat, sikap, motivasi, gaya belajar, kemampuan berpikir dan kemampuan awal yang telah mereka miliki. Setiap orang memiliki karakteristik yang berbeda. Karakteristik siswa adalah jumlah dari kemampuan dan perilaku yang ada dalam kepribadian mereka sebagai hasil dari interaksi genetik dan lingkungan masyarakat, sehingga menentukan pola kegiatan realisasinya Berharap dan mencapai tujuan. Oleh karena itu, upaya memahami perkembangan siswa harus dikaitkan atau disesuaikan dengan proses pembelajaran karakteristik siswa itu sendiri.
     Guru tidak hanya mengerti Karakteristik individu anak, ia perlu memahami karakteristik anak sebagai sebuah tim. Guru yang ingin mengetahui ciri-ciri kemampuan Siswa pemula dapat menyelesaikannya dengan mengikuti ujian. Tes yang diberikan dapat dikaitkan dengan buku teks yang sesuai dengan pemandu kursus. Selain itu, pendidik dapat Melakukan wawancara, observasi dan angket dengan siswa, Guru yang memahami kemampuan siswa atau calon peserta siswa, dan guru yang biasanya mengajar mata kuliah ini. Teknologi Mengidentifikasi karakteristik siswa menggunakan Kuesioner, wawancara, observasi, dan tes latar belakang siswa.  Karakteristik siswa mencerminkan pola perilaku dan kemampuan yang timbul dari bawaan dan lingkungan sosial yang memungkinkan Tentukan mode aktivitas. Setiap siswa memiliki kepribadian dan gaya belajarnya masing-masing bervariasi. Otak beberapa siswa bisa menyerap banyak informasi sekaligus, tetapi juga memiliki Kemampuan menyerap dan memproses informasi sedikit demi sedikit. Memiliki Kemampuan untuk menyimpan dan mengambil informasi di otak cepat ketika seseorang melakukannya lambat. Apakah banyak siswa yang secara sadar merasa terluka? Secara emosional, merasa seperti pecundang dan tidak berarti dalam hal menghadapi kenyataan bahwa mereka tidak dapat memenuhi harapan orang-orang di sekitarnya. Bahkan tidak bisa Memenuhi harapan dan persyaratan orang tua, terutama di bidang akademik. Dalam hal ini guru sebagai fasilitator harus mampu memahami perannya dan cara siswa belajar. Penting untuk mengetahui dan memahami karakter peserta Siswa, guru harus menghabiskan waktu bersama siswa dan memberikan perhatian yang sebesar-besarnya kepada siswa membimbing mereka menuju tujuan mereka Memang, kehadiran dan ketulusan guru Melaksanakan tugas akan memberikan energi positif bagi peserta Siswa memenuhi harapan baik untuk mencapai tujuan yang luar biasa normal. Guru merupakan peran yang sangat sentral. Proses pendidikan. 
    Upaya peningkatan profesionalisme pendidik adalah suatu keharusan. Guru harus mendapatkan kursus pelatihan sistematis untuk mempertahankan profesionalisme tingkat tinggi Tinggi dan siap mengadopsi inovasi. Guru juga harus mendapatkan rasa hormat dan kebahagiaan yang layak mereka dapatkan Fokus dan layanan, biarkan setiap inovasi dan pembaruan Untuk diterima dan hidup dengan baik di bidang pendidikan. Ada beberapa dasar pertimbangan yang diperlukan dalam memahami karakteristik peserta didik ialah : Dasar pertimbangan psikologis : bahwa dari suatu kegiatan yang akan menarik dan berhasil apabila sesuai dengan minat, bakat, kemampuan, keinginan, dan tuntutan dari peserta didik. Dasar pertimbangan sosiologi : bahwa secara naluri manusia yang akan merasa ikut serta dalam memiliki dan aktif mengikuti kegiatan yang ada. Karakteristik yang disingkat menjadi karakter ini merupakan sikap atau watak, pembawaan, atau bisa disebut juga dengan sifat kebiasaan yang dimiliki oleh setiap individu. Karakteristik lebih mengarah kepada karakter dan kepribadian hidup seseorang serta nilai-nilai yang berkembang secara teratur, sehingga tingkah laku menjadi lebih mudah diperhatikan. Dan tentunya setiap orang memiliki karakteristik yang berbeda-beda, sehingga seorang pengajar atau guru hendaknya harus memahami karakteristik anak didik nanti, sehingga jika ingin mengkoordinasi peserta didik guru atau pengajar sudah tahu bagaimana karakteristik setiap peserta didik yang harus mereka ajarkan kedepannya. Sebagai seorang pendidik, kita tentunya pasti setuju bahwa sebuah proses dalam pembelajaran akan dapat berlangsung secara efektif atau tidaknya itu ditentukan oleh seberapa tinggi tingkat pemahaman kita terhadap karakteristik yang dimiliki oleh peserta didiknya. Pemahaman karakteristik peserta didik sangat menentukan hasil belajar yang akan di capai, aktivitas apa yang perlu dilakukan, dan bagaimana cara yang tepat mengajar bagi peserta didik. Sebenarnya karakteristik peserta didik ini harus menjadi hal yang cukup berperan penting bagi pendidik dalam melakukan seluruh aktivitas didalam pembelajaran. Karena selama belajar mengajar didalam kelas akan berhadapan dengan karakter yang berbeda.
     Begitu pentingnya mengenal dan memahami karakter peserta didik, untuk itu seorang pendidik harus meluangkan waktunya bersama peserta didik dan memberikan perhatian yang maksimal pada peserta didik dalam membimbing mereka pada tercapainya tujuan pendidikan. Sesungguhnya keberadaan dan kesunguhan guru dalam melaksanakan tugas akan memberikan energi positif bagi peserta didiknya dalam mewujudkan harapan indah meraih cita-cita yang luar biasa. Banyak manfaat yang dapat dipetik bila seorang guru mampu mengenal kepribadian dan karakter siswanya dengan baik. Beberapa manfaat tersebut yaitu untuk mengetahui kelebihan yang mereka miliki dan dapat meningkatkannya, melihati kelemahan yang mereka miliki dan memperbaikinya, dan mengetahui potensi-potensi yang ada pada diri mereka dan mengoptimalkannya untuk kesuksesan dimasa yang akan datang.

Sabtu, 23 April 2022

KOMPETENSI GURU PROFESIONAL

Nama : Sari murtini
NIM : 12001308
Kelas : 4G PAI
Makul : Magang 1
KOMPETENSI GURU PROFESIONAL
    Apa itu kompetensi guru profesional ?, menurut pemahaman singkat saya yang dimaksud kompetensi guru profesional adalah kemampuan atau kewenangan seorang guru dalam melakukan profesinya. Definisi Kompetensi Profesional Guru – Kamus Besar Bahasa Indonesia menyebutkan bahwa kompetensi ini berasal dari kata “kompeten” yang berarti cakap, berkuasa, memutuskan (menentukan) sesuatu , dalam pengertian lain pula, Pengertian kompetensi adalah karakteristik yang mendasari seseorang yang berkaitan dengan efektifitas kinerja individu dalam pekerjaannya.
    Kompetensi ini merupakan kewenangan atau kewajiban seseorang untuk dapat melaksanakan tugas sebagaimana mestinya. Dan menurut saya seorang guru dapat memiliki keterampilan, pengetahuan, dan keahlian didalam bidang tertentu yang harus dikembangkan agar dapat mengikuti perkembangan zaman. Kompetensi yang dimaksud ini lebih ditekankan kepada profesi keguruan. Dimana kompetensi guru sangat berkaitan sekali dengan profesionalisme, dimana guru yang profesional ini adalah guru yang berkompeten/ berkemampuan pastinya . Oleh karena itu, kompetensi profesionalisme guru dapat diartikan sebagai kemampuan dan kewenangan guru dalam menjalankan profesi. Profesionalisme seorang guru merupakan suatu keharusan dalam mewujudkan sekolah berbasispengetahuan, yaitu pemahaman tentang pembelajaran, kurikulum, dan perkembangan manusia termasuk gaya belajar.
   Pada umumnya disekolah- sekolah yang memiliki guru dengan kompetensi profesional akan menerapkan “pembelajaran dengan melakukan” untuk menggantikan cara mengajar, dimana guru yang berbicara dan peserta didik yang mendengarkan. Dalam suasana seperti ini, peserta didik dituntuk untuk lebih terlibat dalam hal memecahkan masalah, mencari sumber informasi, data evaluasi, serta menyajikan dan mempertahankan prestasi kerja yang dilakukan kepada teman sejawat dan guru yang mengampu mata pelajaran tersebut.
Sebagai seorang guru perlu mengetahui dan menerapkan beberapa prinsip mengajar agar seorang guru dapat melaksanakan tugasnya secara profesional yaitu sebagai berikut :
1. Guru harus dapat membangkitkan peserta didik pada mata pelajaran yang diberikan serta dapat menggunakan media pembelajaran dan sumber belajar yang bervariasi.
2. Guru harus dapat membangkitkan minat peserta didik untuk aktif dalam berpikir serta mencari dan menemukan sendiri pengetahuan.
3. Guru perlu menghubungkan pelajaran yang akan diberikan dengan pengetahuan yang telah diketahui oleh peserta didik (kegiatan apersepsi) agar peserta didik lebih mudah memahami pelajaran yang akan diterima nya.
4. Guru harus mampu mengembangkan sikap peserta didik dalam membina hubungan sosial baik didalam kelas maupun diluar kelas.
5. Guru harus mencari tahu perbedaan peserta didik secara individual agar guru dapat memahami karakteristik dari setiap peserta didik.
6. Guru juga dapat melaksanakan evaluasi yang efektif serta menggunakan prestasi belajar untuk mengetahui prestasi dan kemajuan peserta didik serta dapat melakukan perbaikan dan pengembangan.
     Menurut saya pula dengan kemajuan teknologi dan informasi yang berkembang semakin pesat saat ini, maka guru tidak hanya bertindak sebagai penyaji informasi, tetapi guru juga harus bertindak sebagai fasilitator, motivator, dan pembimbing bagi peserta didik serta dapat memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bisa mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki peserta didik dalam kegiatan belajar.
Dalam internet yang saya cari bahwasanya gitu mempunyai kemampuan akademik dan non akademik yang meliputi :
Kemampuan akademis dan non akademis terdiri dari :
• Kemampuan Akademis
1) Memiliki Sertifikasi Mengajar
2)Menguasai Materi Pembelajaran
3) Mengembangkan Metodologi, Media dan Sumber Belajar
4)Ahli Menyusun Program
5)Menilai atau Mengevaluasi Pembelajaran
6) Mampu Memberdayakan Siswa
7) Kesesuaian Disiplin Ilmu Yang Dimiliki Dengan Tugas
8) Memiliki Pengalaman Mengajar
9) Mengikuti Training, Work Shop, Pelatihan, Penataran, Dan Lain-Lain
10) Inovatif dan Pro Aktif
11) Senang Mencari Informasi Baru
12) Senang Membaca dan Menambah Pengetahuan
• Kemampuan Non Akademis
1) Menguasai Paradigma Baru Pendidikan
2) Tidak Buta Teknologi
3) Memiliki Persiapan Mengajar Tertulis
4) Memiliki Persiapan Mengajar Tidak Tertulis
5) Memiliki Kematangan Emosi
6) Dapat Berkomunikasi Dengan Baik
7) Ceria, Gemar Membantu Sesama
8) Bersikap Toleransi
9) Bersikap Sederhana
10) Tidak Sombong
11) Memiliki Iman dan Taqwa Seimbang Dunia & Akhirat
    Kemudian guru itu juga mempunyai tugas dan fungsi yang harus mereka lakukan dalam bidang pendidikan. Dalam peranannya guru memiliki tugas dan kewajiban untuk mengelola pembelajaran dengan sebaik mungkin. Tidak hanya dengan melaksanakan dan mengelola pembelajaran saja, tetapi guru juga harus bisa mengelola peserta didik dan kelas dalam melaksanakan proses pembelajaran. Namun jasa guru sangatlah besar dalam membantu pertumbuhan dan perkembangan peserta didik. Guru mempunyai tugas serta fungsi untuk membentukkepribadian peserta didik demi menyiapkan dan mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas di zaman yang semakin modern. Terlihat dari beberapa fungsi yang telah dibicarakan bahwa guru memiliki fungsi yang harus dilakukan guru sebagai pengelola pembelajaran sudah sangat baik, ditambah lagi guru juga harus melaksanakan peran pentingnya sebagai seorang guru yang profesional. Hal tersebut menandakan bahwa profesi seorang guru itu bukanlah profesi yang sangatmudah untuk dilakukan. Diperlukan kemampuan dan disiplin ilmu keprofesian guru yang baik untuk dapat melaksanakan peran guru,agar proses pembelajaran dapat berlangsung dengan baik dan memperoleh prestasi belajar siswa yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
     Dari uraian diatas maka dapat saya simpulkan bahwa Kompetensi Profesional Guru adalah seseorang yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus didalam bidang yang telah diampunya sehingga seseorang tersebut dapat menjalankan tugas dan fungsinya sebagai seorang guru dengan Prestasi yang baik.

PERANGKAT PEMBELAJARAN

Nama : Sari Murtini NIM : 12001308 Kelas : 4G PAI Makul : Magang 1                 Perangkat Pembelajaran      Minggu ini saya akan me...