NIM : 12001308
Kelas : 4G PAI
Makul : Magang 1
KURIKULUM
Menurut saya dalam dunia pendidikan, kurikulum itu sangat lah penting. Tanpa kurikulum yang tepat, siswa tidak akan dapat mencapai tujuan pembelajaran yang sesuai. Seiring dengan perkembangan zaman, kurikulum dunia pendidikan terus mengalami perubahan. Semuanya disesuaikan dengan kebutuhan siswa pada zamannya masing-masing. Lintasan juga dapat diartikan sebagai jarak yang harus ditempuh seorang pelari untuk mendapatkan medali atau hadiah lainnya. Kurikulum juga bisa dapat kita artikan sebagai sebagai suatu rencana tulis yang menggambarkan cakupan dan susunan program pendidikan yang diprojekkan bagi suatu sekolah.Jadi kurikulum itu adalah suatu program pendidikan yang berisikan berbagai bahan ajar dan pengalaman belajar yang diprogramkan, direncanakan dan dirancang secara sistematik atas dasar norma-norma yang berlaku yang dijadikan pedoman dalam proses pembelajaran bagi tenaga kependidikan dan peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan. Terminologi kurikulum kemudian disesuaikan dalam dunia pendidikan. Dengan demikian, konsep kurikulum dalam dunia pendidikan menjadi seperangkat mata pelajaran yang harus dipelajari dan dipelajari siswa untuk mendapatkan ijazah atau penghargaan. Kurikulum penting bagi setiap sekolah dan berfungsi sebagai pedoman bagi guru. Khusus untuk sekolah reguler, kurikulum akan berfungsi sebagai pedoman dan memberikan arahan instruksional.
Menurut pemahaman kurikulum, ini direncanakan, dan dalam dunia pendidikan, semua kegiatan siswa dapat diatur dengan cara ini. Demi tercapainya tujuan pendidikan. Bahkan dapat dikatakan bahwa jika tidak ada kurikulum, maka pembelajaran di sekolah tidak dapat berjalan dengan lancar. Karena semuanya termasuk dalam kelas. Tentu saja ada berbagai perubahan dan adaptasi. Oleh karena itu, tidak heran jika seorang ahli bernama Beauchamp (1998) mengemukakan bahwa kurikulum merupakan inti dari pendidikan. Sebagaimana disebutkan dalam pengertian kurikulum, segala sesuatu tentang pembelajaran siswa di sekolah akan dinyatakan di dalamnya. Jadi kurikulum memegang peranan penting. Sementara itu, fungsi dapat diartikan dengan berbagai cara tergantung pada bidang di mana istilah tersebut digunakan. Kurikulum memiliki fungsi kepala sekolah sebagai pengelola dan pemimpin penyelenggaraan pendidikan sekolah.
Kepala sekolah bertugas mengelola pendidikan di tempatnya masing-masing, yaitu dengan mengkoordinir dan mengawasi setiap pelajaran. Apakah kursus dilaksanakan seperti yang ditentukan. Untuk setiap guru mata pelajaran, pelajaran bersifat instruktif baik di dalam maupun di luar kelas. Karena setiap kelas adalah tanggung jawab dan tanggung jawab setiap guru mata pelajaran. Ketiga, bagi siswa, mereka adalah tujuan dari kursus. Dalam proses pendidikan, siswa adalah titik fokus dari setiap pembelajaran. Oleh karena itu, mata kuliah berfungsi sebagai acuan mata kuliah pendidikan apa yang harus dipelajari dan dipahami mahasiswa serta tujuan pembelajaran apa yang harus dicapai pada setiap jenjang. Sementara orang tua tidak terlibat langsung dalam pembelajaran, mereka memainkan peran penting dalam keberhasilan siswa. Dalam hal ini, mereka akan menerima hasil dari proses pembelajaran yang dilakukan di sekolah. Oleh karena itu, nilai siswa untuk setiap kelas yang akan dilaporkan kepada orang tua juga terkait erat dengan kelas. Tentu saja, segala sesuatu yang direncanakan harus memiliki tujuan, seperti halnya kurikulum. Tanpa tujuan yang jelas, apa yang dirumuskan tentu saja tidak ada artinya. Pendidikan di Indonesia tentunya memiliki tujuan, oleh karena itu kurikulum dibentuk untuk mencapai prestasi pendidikan tersebut. Tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di negara-negara lain, pelajaran tersebut memiliki tujuan. Meskipun masing-masing negara sudah memiliki tujuan yang berbeda dari yang lain. Semua itu disesuaikan dengan falsafah negara, sumber daya manusia dan alam, serta kondisi politik dan sosial warganya. Tujuan pendidikan pada semua jenjang di Indonesia adalah:
• Tujuan pendidikan dasar yang menaruh perhatian penting pada aspek kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, dan juga keterampilan sebagai pondasi utama. Dengan pondasi tersebut diharapkan peserta didik mampu hidup lebih mandiri, serta memiliki kesiapan untuk memasuki jenjang pendidikan selanjutnya.
• Tujuan pendidikan menengah, yakni untuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, dan juga keterampilan guna menjadi bekal bagi kehidupan remaja yang penuh tantangan.
• Tujuan pendidikan menengah kejuruan, yang bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, dan ketrampilan yang jauh lebih baik dari sebelumnya.
Kurikulum juga dapat bertujuan untuk mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia. Kurikulum sendiri memiliki konsep sebagai substansi, sebagai sistem, dan sebagai bidang studi. Kurikulum juga memiliki komponen yang pertama ada tujuan kurikulum, kedua materi kurikulum, ketiga strategi pembelajaran, keempat organisasi kurikulum, dan yang kelima kurikulum juga harus memiliki komponen evaluasi. Kurikulum di Indonesia sendiri terus mengalami perubahan karena perkembangan zaman yang dimanis dan harus terus menyesuaikan agar tidak tertinggal. Kurikulum yang pertama di Indonesia dikenal dengan Rentjana Pelajaran 1947 yang menekankan pada pembentukan karakter masyarakat Indonesia sebagai manusia yang merdeka dan berdaulat. Dan terus mengalami perubahan dari tahun ketahuannya untuk menyesuaikan dengan kondisi zaman.Itu adalah beberapa informasi mengenai kurikulum semoga memberikan manfaat untuk kita semua.
Dengan demikian, siswa dapat hidup mandiri di masyarakat dan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Oleh karena itu, kurikulum akan memuat materi berupa buku teks untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran baik di dalam maupun di luar kelas untuk mencapai tujuan pembelajaran. Materi dalam perkuliahan tidak boleh sembarangan dibuat. Materi yang tercantum harus dikembangkan sesuai dengan diri masing-masing siswa, bermakna bagi mereka, kemudian mengandung pengetahuan ilmiah yang dapat dibuktikan kebenarannya, menjadi cerminan realitas bangsa, dan mampu mendukung pencapaian tujuan pendidikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar