Sabtu, 23 April 2022

KOMPETENSI GURU PROFESIONAL

Nama : Sari murtini
NIM : 12001308
Kelas : 4G PAI
Makul : Magang 1
KOMPETENSI GURU PROFESIONAL
    Apa itu kompetensi guru profesional ?, menurut pemahaman singkat saya yang dimaksud kompetensi guru profesional adalah kemampuan atau kewenangan seorang guru dalam melakukan profesinya. Definisi Kompetensi Profesional Guru – Kamus Besar Bahasa Indonesia menyebutkan bahwa kompetensi ini berasal dari kata “kompeten” yang berarti cakap, berkuasa, memutuskan (menentukan) sesuatu , dalam pengertian lain pula, Pengertian kompetensi adalah karakteristik yang mendasari seseorang yang berkaitan dengan efektifitas kinerja individu dalam pekerjaannya.
    Kompetensi ini merupakan kewenangan atau kewajiban seseorang untuk dapat melaksanakan tugas sebagaimana mestinya. Dan menurut saya seorang guru dapat memiliki keterampilan, pengetahuan, dan keahlian didalam bidang tertentu yang harus dikembangkan agar dapat mengikuti perkembangan zaman. Kompetensi yang dimaksud ini lebih ditekankan kepada profesi keguruan. Dimana kompetensi guru sangat berkaitan sekali dengan profesionalisme, dimana guru yang profesional ini adalah guru yang berkompeten/ berkemampuan pastinya . Oleh karena itu, kompetensi profesionalisme guru dapat diartikan sebagai kemampuan dan kewenangan guru dalam menjalankan profesi. Profesionalisme seorang guru merupakan suatu keharusan dalam mewujudkan sekolah berbasispengetahuan, yaitu pemahaman tentang pembelajaran, kurikulum, dan perkembangan manusia termasuk gaya belajar.
   Pada umumnya disekolah- sekolah yang memiliki guru dengan kompetensi profesional akan menerapkan “pembelajaran dengan melakukan” untuk menggantikan cara mengajar, dimana guru yang berbicara dan peserta didik yang mendengarkan. Dalam suasana seperti ini, peserta didik dituntuk untuk lebih terlibat dalam hal memecahkan masalah, mencari sumber informasi, data evaluasi, serta menyajikan dan mempertahankan prestasi kerja yang dilakukan kepada teman sejawat dan guru yang mengampu mata pelajaran tersebut.
Sebagai seorang guru perlu mengetahui dan menerapkan beberapa prinsip mengajar agar seorang guru dapat melaksanakan tugasnya secara profesional yaitu sebagai berikut :
1. Guru harus dapat membangkitkan peserta didik pada mata pelajaran yang diberikan serta dapat menggunakan media pembelajaran dan sumber belajar yang bervariasi.
2. Guru harus dapat membangkitkan minat peserta didik untuk aktif dalam berpikir serta mencari dan menemukan sendiri pengetahuan.
3. Guru perlu menghubungkan pelajaran yang akan diberikan dengan pengetahuan yang telah diketahui oleh peserta didik (kegiatan apersepsi) agar peserta didik lebih mudah memahami pelajaran yang akan diterima nya.
4. Guru harus mampu mengembangkan sikap peserta didik dalam membina hubungan sosial baik didalam kelas maupun diluar kelas.
5. Guru harus mencari tahu perbedaan peserta didik secara individual agar guru dapat memahami karakteristik dari setiap peserta didik.
6. Guru juga dapat melaksanakan evaluasi yang efektif serta menggunakan prestasi belajar untuk mengetahui prestasi dan kemajuan peserta didik serta dapat melakukan perbaikan dan pengembangan.
     Menurut saya pula dengan kemajuan teknologi dan informasi yang berkembang semakin pesat saat ini, maka guru tidak hanya bertindak sebagai penyaji informasi, tetapi guru juga harus bertindak sebagai fasilitator, motivator, dan pembimbing bagi peserta didik serta dapat memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bisa mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki peserta didik dalam kegiatan belajar.
Dalam internet yang saya cari bahwasanya gitu mempunyai kemampuan akademik dan non akademik yang meliputi :
Kemampuan akademis dan non akademis terdiri dari :
• Kemampuan Akademis
1) Memiliki Sertifikasi Mengajar
2)Menguasai Materi Pembelajaran
3) Mengembangkan Metodologi, Media dan Sumber Belajar
4)Ahli Menyusun Program
5)Menilai atau Mengevaluasi Pembelajaran
6) Mampu Memberdayakan Siswa
7) Kesesuaian Disiplin Ilmu Yang Dimiliki Dengan Tugas
8) Memiliki Pengalaman Mengajar
9) Mengikuti Training, Work Shop, Pelatihan, Penataran, Dan Lain-Lain
10) Inovatif dan Pro Aktif
11) Senang Mencari Informasi Baru
12) Senang Membaca dan Menambah Pengetahuan
• Kemampuan Non Akademis
1) Menguasai Paradigma Baru Pendidikan
2) Tidak Buta Teknologi
3) Memiliki Persiapan Mengajar Tertulis
4) Memiliki Persiapan Mengajar Tidak Tertulis
5) Memiliki Kematangan Emosi
6) Dapat Berkomunikasi Dengan Baik
7) Ceria, Gemar Membantu Sesama
8) Bersikap Toleransi
9) Bersikap Sederhana
10) Tidak Sombong
11) Memiliki Iman dan Taqwa Seimbang Dunia & Akhirat
    Kemudian guru itu juga mempunyai tugas dan fungsi yang harus mereka lakukan dalam bidang pendidikan. Dalam peranannya guru memiliki tugas dan kewajiban untuk mengelola pembelajaran dengan sebaik mungkin. Tidak hanya dengan melaksanakan dan mengelola pembelajaran saja, tetapi guru juga harus bisa mengelola peserta didik dan kelas dalam melaksanakan proses pembelajaran. Namun jasa guru sangatlah besar dalam membantu pertumbuhan dan perkembangan peserta didik. Guru mempunyai tugas serta fungsi untuk membentukkepribadian peserta didik demi menyiapkan dan mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas di zaman yang semakin modern. Terlihat dari beberapa fungsi yang telah dibicarakan bahwa guru memiliki fungsi yang harus dilakukan guru sebagai pengelola pembelajaran sudah sangat baik, ditambah lagi guru juga harus melaksanakan peran pentingnya sebagai seorang guru yang profesional. Hal tersebut menandakan bahwa profesi seorang guru itu bukanlah profesi yang sangatmudah untuk dilakukan. Diperlukan kemampuan dan disiplin ilmu keprofesian guru yang baik untuk dapat melaksanakan peran guru,agar proses pembelajaran dapat berlangsung dengan baik dan memperoleh prestasi belajar siswa yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
     Dari uraian diatas maka dapat saya simpulkan bahwa Kompetensi Profesional Guru adalah seseorang yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus didalam bidang yang telah diampunya sehingga seseorang tersebut dapat menjalankan tugas dan fungsinya sebagai seorang guru dengan Prestasi yang baik.

Minggu, 17 April 2022

MANAJEMEN KELAS

Nama : Sari murtini
NIM : 12001308
Kelas : 4G PAI
Makul : Magang 1

                           Manajemen Kelas
    Baiklah disini saya akan membahas  apa  itu manajemen kelas? disini  Menurut pemaparan saya pribadi dari pengertian manajemen kelas yang sudah saya susun berdasarkan pengetahuan saya sendiri. Manajemen kelas itu berasal dari dua kata yaitu manajemen dan kelas. Dimana manajemen ini  berasal dari kata manage yang berarti mengelola, memimpin, mencapai dan mengatur. Menurut Usman, 2009:5 Manajemen berasal dari bahasa latin yaitu manus yang berarti tangan dan agere yang berarti melakukan. Kedua kata tersebut digabungkan menjadi managere yang berarti mengolah, mengerjakan dengan tangan. Usman (2009:5) menyarankan agar managere diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dalam bentuk kata kerja to manage, kata benda management, dan manager untuk menunjukkan orang yang melakukan kegiatan pengelolaan. Manajemen kelas adalah proses perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan kegiatan belajar guru, memanfaatkan sepenuhnya sumber daya untuk secara efektif dan efisien mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan. Manajemen adalah serangkaian kegiatan atau tindakan yang dirancang untuk menciptakan kondisi yang memungkinkan terjadinya pembelajaran. 
   Didalam pemaparan saya ini ,Pengelolaan kelas merupakan syarat penting dalam menentukan terciptanya pembelajaran yang efektif. Pengelolaan kelas juga termasuk karya seni dan praktik yang dilakukan guru secara individu, dengan orang lain, atau melalui orang lain (seperti mengajar dalam kelompok teman sebaya atau siswa sendiri) untuk mengoptimalkan proses pembelajaran. Jika mengacu pada proses pengelolaan, pengelolaan kelas juga memiliki proses yaitu perencanaan, pelaksanaan dan pemantauan (penilaian). Menciptakan kelas yang nyaman adalah studi tentang manajemen kelas, karena manajemen kelas adalah serangkaian perilaku dimana guru berusaha untuk menciptakan dan memelihara kondisi kelas yang memungkinkan siswa untuk belajar dengan baik. Efektivitas pengelolaan kelas sangat tergantung pada bagaimana guru memahami seluruh aspek pelaksanaannya.
    Dan selain itu Manajemen kelas adalah pengaturan kegiatan secara sadar dan sistematis dalam proses belajar mengajar. Upaya sadar ini meliputi penyiapan bahan ajar, penyediaan alat peraga dan media atau media pembelajaran, penataan ruang belajar, dan penciptaan suasana belajar yang kondusif untuk mencapai tujuan pembelajaran. Guru yang melakukan pengelolaan kelas harus memahami seluruh aspek kegiatan pengelolaan kelas atau manajemen kelas. Pengelolaan kelas guru bukan tanpa tujuan. Dengan tujuan tersebut, guru selalu berusaha mengelola kelas, meskipun terkadang mereka merasa lelah secara fisik dan mental. Guru menyadari jika pengelolaan kelas tidak tepat akan berdampak pada terhambatnya kegiatan mengajar. Hal seperti itu sama saja dengan membiarkan pengajaran berlalu begitu saja tanpa hasil, yaitu mengubah perilaku siswa, membiarkan siswa berperilaku lebih baik, dan membimbing siswa dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari yang tidak paham menjadi paham, dan dari yang tidak berilmu menjadi berilmu.
     Dan pastinya Tentu tidak perlu diragukan bahwa setiap kali masuk kelas,  pasti guru  selalu  melaksanakan tugasnya dengan mengelola kelas. Manajemen kelas disini sudah dimaksudkan untuk menciptakan kondisi dalam kelompok kelas yang berupa lingkungan kelas yang  baik. Manajemen kelas dimaksudkan untuk menciptakan kondisi dalam kelompok kelas yang berupa lingkungan kelas yang baik, yang  memungkinkan  siswa  berbuat sesuai dengan kemampuannya. Kemudian dengan manajemen kelas produknya harus sesuai dengan tujuan-tujuan yang hendak ingin kita capai.
    Dan terdapat pula Tujuan pengelolaan kelas , pengelolaan kelas pada  hakikatnya telah terkandung dalam tujuan pendidikan. Secara umum tujuan pengelolaan kelas adalah penyediaan fasilitas bagi bermacam-macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional dan intelektual dalam kelas. Fasilitas yang disediakan itu memungkinkan siswa belajar dan bekerja, terciptanya suasana sosial yang memberikan kepuasan, suasana disiplin, perkembangan intelektual, emosional dan sikap serta apresiasi pada siswa. Adapun tujuan lain dari manajemen kelas adalah penyedia fasilitas bagi berbagai macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional, dan intelektual dalam kelas. Fasilitas yang disediakan itu memungkinkan siswa belajar dan bekerja, terciptanya suasana sosial yang memberikan kepuasan, suasana disiplin, perkembangan intelektual, emosional, dan sikap apresiasi pada siswa. Arikunto (1988:68) berpendapat bahwa tujuan manajemen kelas adalah agar setiap anak di kelas dapat bekerja dengan tertib sehingga segera tercapai tujuan pengajar secara efektif dan efesien agar hasilnya juga memuaskan.
Kemudian kita akan membahas di dalam manajemen kelas terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan sebagai prasyaratan menciptakan satu model pembelajaran yang efektif dan efisien ialah sebagai berikut :
1. Prinsip Kesiapan
2. Prinsip Motivasi
3. Prinsip Perhatian
4. Prinsip Persepsi
5. Prinsip Retensi
6. Prinsip Transfer
    Dimana Seorang guru dalam kegiatan sehari-hari, akan banyak menghadapi kasus-kasus dalam kelasnya. Kasus-kasus yang dijumpai guru dalam manajemen kelas antara lain seperti:
1.  Tingkat penguasaan materi oleh siswa di dalam kelas. Misalkan materi pelajaran yang diberikan kepada siswa terlalu tinggi atau sulit, sehingga tidak bisa diikuti oleh siswa, maka di sini diperlukan penyesuaian agar siswa dapat mengikuti kegiatan belajar dengan baik. Apabila tidak diadakan penyesuaian, siswa-siswa tidak akan serius dan selalu menimbulkan kegaduhan.
2. Fasilitas yang diperlukan. Misalnya alat, media, bahan, tempat, biaya, dan lain-lain, akan memungkinkan siswa belajar dengan nyaman.
3. Kondisi siswa. Misalnya, siswa yang kelihatan sudah lesu dan tidak bergairah dalam menerima pelajaran, hal ini dapat mempengaruhi situasi.
4. Teknik mengajar guru. Misalnya, dalam memberikan pengajaran kurang menggairahkan suasana kelas dan menjemukan membuat siswa menjadi bosan.
Kemudian adapula aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam manajemen kelas  adalah sifat kelas, pendorong kekuatan kelas, situasi kelas, tindakan selektif, dan kreatif. Kegiatan-kegiatan yang perlu dilaksanakan  dalam manajemen kelas sebagai aspek-aspek manajemen kelas adalah:
1. Mengecek kehadiran siswa apakah hadir semua atau tidak
2. Mengumpulkan hasil pekerjaan siswa, memeriksa, dan menilai hasil pekerjaan tersebut
3. Pendistribusian bahan dan alat yang digunakan
4. Mengumpulkan informasi siswa, mencatat data pemeliharaan arsip
5. Menyampaikan materi pelajaran
6. Memberikan tugas sebagai bahan evaluasi

    Baik dapat saya simpulkan bahwa manajemen ini merupakan sumber dari pengelolaan dalam jenjang pendidikan yang sangat berperan penting dalam mengatur apa saja yang diperlukan didalam sekolah tersebut.


Jumat, 08 April 2022

MANAJEMEN SEKOLAH

Nama : Sari murtini
NIM : 12001308
Kelas : 4G PAI
Makul : Magang 1



                     MANAJEMEN SEKOLAH

Apa itu manajemen sekolah ?
    Menurut pemahaman saya ,yang dimaksud dengan manajemen sekolah disini adalah sistem tata kelola yang diterapkan disekolah secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan, misalkan: pendidikan yang baik, prestasi yang meningkat, peningkatan sarana dan prasarana.
   Manajemen sekolah disini berarti memberdayakan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya untuk mencapai tujuan sekolah. Manajemen sekolah memiliki dua aspek, yaitu aspek manajemen eksternal dan manajemen internal. Manajemen internal sekolah seperti perpustakaan, laboratorium, bangunan dan saran fisik lainnya, sumber dana, pelaksanaan evaluasi pendidikan, dan hubungan antar guru, murid. Sedangkan manajemen eksternal meliputi hubungan dengan pihak luar sekolah seperti masyarakat, dewan pendidikan, dinas pendidikan maupun pihak lain yang terkait dengan fungsi sekolah. Ada pula dinamakan Manajemen berbasis sekolah , atau biasa kita singkat dengan MBS ,MBS adalah model pengelolaan yang memberikan otonomi yang lebih besar kepada kepala sekolah, memberikan fleksibilitas kepada sekolah, mendorong partisipasi secara langsung dari warga sekolah.
    Tujuan dari Manajemen berbasis sekolah (MBS) ini memiliki tujuan utam , yaitu Tujuan Utama MBS adalah meningkatkan efisiensi, mutu, dan pemerataan pendidikan. Peningkatan efisiensi diperoleh melalui keleluasaan mengelola sumber daya yang ada, partisipasi masyarakat, dan penyederhanaan birokrasi. Tidak hanya itu MBS ini juga memberi peluang pada kepala sekolah dan guru serta peserta didik untuk melakukan inovasi dan improvisasi di sekolah, berkaitan dengan masalah kurikulum, pembelajaran, manajerial, dan lain sebagainya yang tumbuh dari aktivitas, kreativitas dan profesionalisme yang dimiliki. Tidak jauh berbeda dengan fungsi manajemen secara umum, fungsi dari manajemen sekolah antara lain :
• Membuat perencanaan sekolah meliputi tujuan dan dasar pendirian sekolah
• Mengorganisasi segala sumber daya sekolah untuk mencapai tujuan bersama
• Melakukan pengarahan kepada seluruh anggota dan stakeholder sekolah untuk selalu bekerja sama demi kualitas sekolah
• Melakukan pengawasan terhadap jalannya operasional sekolah
Untuk ruang lingkup manajemen di sekolah meliputi objek dan sumber daya sebagaimana berikut:
o Manusia (Man)
Manusia merupakan unsur terpenting yang harus dikelola dalam manajemen di sekolah. Salah satu pengelolaan yang harus dilakukan misalnya dengan mengorganisasikannya sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.
o Uang (Money)
Dalam hal ini uang dimaksudkan untuk mengelola pendanaan secara efisien sehingga tidak terjadi pemborosan yang dilakukan sekolah.
o Bahan (Materials)
Bahan materi merupakan aspek yang penting dalam manajemen sekolah. Pengelolaan material yang bagus, akan membentuk kurikulum yang tepat untuk pembelajaran siswa.
o Metode (Method)
Pemilihan metode yang tepat akan meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi. Dengan begitu, tujuan pendidikan akan lebih cepat tercapai.
o Mesin (Machines)
Mesin merupakan bagian dari media pembelajaran yang memiliki pengaruh signifikan terhadap pemahaman siswa.
o Pasar (Market)
Pasar merupakan salah satu kunci yang menentukan sekolah tersebut menjadi lembaga pendidikan yang besar atau kecil, pasar yang dimaksud berarti masyarakat secara luas.
o Waktu (Minutes)
Tentu saja waktu harus dikelola dengan baik karena waktu belajar murid di sekolah sangat terbatas. Time management harus diatur secara efisien agar tujuan pembelajaran dapat terpenuhi. Pastikan kamu telah memahami apa saja hal-hal diatas sebelum membuat rancangan manajemen sekolah. Jika manajemen yang Anda rumuskan sudah rapi, maka sangat mudah bagi sekolah untuk mencapai tujuan pendidikannya.
  Kemudian di dalam manajemen sekolah ada pula prinsip-prinsipnya , Prinsip dalam tulisan ini landasan-landasan yang dijadikan dasar dalam melaksanakan fungsi atau pekerjaan-pekerjaan manajemen sekolah. Dalam pengelolaan sekolah agar dapat mencapai tujuan sekolah dengan baik, maka perlu mendasarkan pada prinsip-prinsip manajemen sebagai berikut:
a. Prinsip efisiensi yaitu maksudnya adalah dengan penggunaan modal yang sedikit dapat menghasilkan hasil yang optimal
b. Prinsip efektivitas, yakni maksudnya adalah ketercapaian sasaran sesuai tujuan yang diharapkan
c. Prinsip pengelolaan, yakni maksudnya adalah seorang manajer harus melakukan pengelolaan sumbver-sumber daya yang ada
d. Prinsip pengutamaan tugas pengelolaan, yakni maksudnya adalah seorang manajer harus mengutamakan tugas-tugas pokoknya. Tugas-tugas yang bersifat operatif hendaknya dilimpahkan pada orang lain secara proporsional. Manakala seorang manajer telah melimpahkan tugas kepada orang lain, tanggung jawab tetap ada pada pimpinan
e. Prinsip kerjasama, yakni maksudnya adalah seorang manajer hendaknya dapat membangun kerjasama yang baik secara vertical maupun secara horizontal, dan
f. Prinsip kepemimpinan yang efektif, yakni maksudnya adalah bagaimana seorang manajer dapat memberi pengaruh, ajakan pada orang lain untuk pencapaian tujuan bersama.
          Dapat saya ambil kesimpulannya adalah adalah bahwa pengertian manajemen dan Manajemen Pendidikan merupakan suatu Proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan dalam mengelola sumber daya yang berupa man, money, materials, method, machines, market, minute dan information untuk mencapai tujuan yang efektif dan efisien dalam bidang pendidikan. Dan Sistem manajemen sekolah adalah suatu aplikasi sistem terpadu yang dapat diakses oleh semua anggota sekolah seperti guru, wali kelas, pegawai sekolah, tata usaha, siswa serta orang tua siswa dengan tujuan untuk mempermudah kegiatan operasional, manajemen sekolah dan juga kegiatan belajar mengajar.
         Menurut saya juga, dalam penerapan manajemen sekolah ini begitu penting ,bisa diambil contoh yaitu dalam sekolah saya atau alumni sekolah saya (SMAN 1 TELUK PAKEDAI) sudah berjalan dengan baik Penerapan manajemen sekolah nya , maksudnya disini penerapan manajemen di sekolah saya sudah berjalan secara efektif, efisien, dan terorganisir sehingga tercipta sistem pendidikan yang berkualitas. Mungkin saja memang tidak sesempurna penerapan-penerapan manajemen disekolah yang berkualitas tinggi, ya namun setidaknya manajemen sekolah itu diterapkan dengan sangat baik dialumni sekolah saya.

Selasa, 29 Maret 2022

KULTUR SEKOLAH

Nama : Sari murtini
NIM : 12001308
KELAS : 4G PAI
MAKUL : Magang 1


                     KULTUR SEKOLAH

 Apa itu kultur sekolah ?, Menurut pemahaman singkat saya , Kultur sekolah itu adalah suatu budaya sekolah yang menjadi ciri dan nilai unggul untuk sekolah itu. Istilah kultur dapat diartikan sebagai keseluruhan perilaku,kesenian,kepercayaan, kelembagaan, dan semua produk lain dari karya dan pemikiran manusia yang mencirikan kondisi suatu masyarakat atau penduduk yang dikirim bersama, atau dalam artian lain kultur itu sebagai keyakinan dan nilai-nilai milik bersama yang menjadi pengikat kuat kebersamaan sebagai warga suatu masyarakat. Jadi, kultur sekolah itu merupakan kreasi bersama yang dapat dipelajari dan dapat diambil contoh yang baiknya dan dapat teruji pula dalam memecahkan kesulitan-kesulitan yang dihadapi sekolah dalam mencetak lulusan yang cerdas, terampil, mandiri dan bernurani.
  Dalam karakteristik kultur sekolah, Kultur Sekolah merupakan budaya sekolah yang dapat memberikan pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat sekolah baik pengaruh positif maupun pengaruh negatif sebagaimana karakteristik kultur tersebut. Dalam Kultur positif itu adalah budaya yang membantu mutu sekolah dan mutu kehidupan bagi warganya atau para orang-orang disekitaran sekolah. Aktivitas-aktivitas siswa dalam kesehariannya tidak akan lepas dari keterlibatan kultur sekolah pada proses bersikap, berbuat dan memandang bahkan berfikirnya. Mutu kehidupan siswa yang diharapkan adalah siswa yang memiliki prilaku baik dalam sudut pandang etika dan agama , seperti contoh dalam agama,sebelum pelajaran dimulai para peserta didik itu diajarkan untuk berdoa terlebih dahulu sebelum pelajaran dimulai dan begitu pun setelah pelajaran selesai. Kultur positif ini akan memberi peluang sekolah beserta warganya untuk membentuk dan meningkatkan kemampuan dan kecerdasan spiritual untuk para siswanya.
Contoh Kultur Positif di sekolah:
√ Warga sekolah memiliki keyakinan hanya mereka yang belajar keras dan sungguh-sungguh yang akan memperoleh prestasi yang tinggi.
√ teguh bahwa prestasi dan proses mencapainya seperti dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan
√ Menjunjung tinggi nilai-nilai religius, norma sosial, etika dan moral
√ Membangun jembatan antara visi, misi, dan aksi
√ Kepala Sekolah, Pendidik, dan Tenaga Kependidikan memiliki kinerja dan etos kerja yang baik dalam melaksanakan tugas dan fungsinya di sekolah
√ Kepala Sekolah, Pendidik, dan Tenaga Kependidikan memiliki spirit corp dan team workyang tinggi
√ Komitmen seluruh warga sekolah (Kepala Sekolah, Pendidik dan Tenaga kependidikan) untuk selalu belajar (belajar sepanjang hayat)
√ Menghargai prestasi siswa
√ Memiliki simbol-simbol yang menekankan penghargaan dan sangsi, sehingga mendorong pencapaian prestasi dan menghambat pelanggaran dan tidak memiliki prestasi
√ Lingkungan sekolah yang bersih, rapi, sejuk, dan aman.

   Lalu kita akan membahas dalam kultur negatif pula , kultur negatif ini adalah budaya yang bersifat anarkis, negatif, atau bisa kita sebut beracun, maksudnya ialah sekolah yang hanya melihat dan menargetkan hasil pendidikan yang berupa kemampuan intelegensi siswanya saja dan mengabaikan dimensi spiritaual siswa , karena mereka cenderung tidak melakukan upaya yang mengarah kepada terbentuk dan berkembangnya kecerdasan spiritual siswa,malah ia akan mengarah pada sebaliknya. Kultur sekolah yang seperti akan bersifat dinamis. Perubahan pola perilaku dapat mengubah sistem nilai dan keyakinan pelaku dan bahkan mengubah sistem asumsi yang ada, walaupun ini sangat sulit. Namun yang jelas dinamika kultur sekolah dapat saja menghadirkan konflik atau masalah tertentu,baik dalam bidang pembelajaran dan itu akan berpengaruh Sekali kepada pada anak-anak didik , jika ini ditangani dengan bijak dan sehat dapat membawa perubahan positif. Sekolah perlu menyadari secara serius mengenai keberadaan aneka kultur yang ada seperti kultur sehat dan tidak sehat, kultur kuat dan lemah, kultur positif dan negatif, kultur kacau dan stabil, dan konsekuensinya terhadap perbaikan sekolah kelak.

Contoh Kultur Negatif di sekolah:
√ Siswa itu akan memiliki keyakinan belajar asal-asalan apa adanya yang pasti naik kelas dan lulus.
√ Siswa ingin meraih prestasi yang setinggi-tingginya dengan segala cara untuk mencapainya, sekalipun melanggar norma dan nilai (misalnya : Nyontek, bekerja sama dalam ulangan, plagiat dalam membuat tugas, dsb.).
√ Siswa tidak antusias menerima tugas karena hanya akan membikin mereka harus belajar lebih banyak.
√ Siswa tidak khawatir dengan nilai rapor yang jelek dan hanya beberapa siswa yang selalu mengerjakan PR karena mereka yakin dengan belajar sebagaimana sekarang ini saja mereka akan naik kelas dan lulus mendapatkan ijazah. Ijazah dianggap sebagai sesuatu yang penting, tetapi tidak diperlakukan sebagai simbol ilmu yang telah dikuasai.
√ Siswa malas belajar dikarenakan guru yang tidak menarik, tidak antusias dalam mengajar, dan tidak menguasai materi.
√ Hasil karya siswa dan prestasi sekolah tidak dipajang sebagaimana mestinnya yaitu sebagai suatu kebanggaan yang dapat memberikan motivasi untuk yang lainnya.
√ Guru sering melecehkan siswa dan tidak memperlakukan mereka sebagai anak yang dewasa melainkan memperlakukan mereka sebagai anak kecil. Oleh karena itu, sebagai balasannyasiswa tidak menghargai guru.
√ Sekolah tidak disiplin dalam melaksanakan proses belajar mengajar dan menyalahkan siswa atas prestasinya.
√ Kebijakan kepala sekolah bersifat pilih kasih.
√ Menghindari kolaborasi dan selalu ada pertentangan.
√ Mereka yang innovatif malah di kritik dan tidak disenangi.
√ Diktator, komentator, Agitator, Spektator.
√ Diantara warga sekolah tidak ada saling percaya dan selalu mencari kesalahan orang lain.
√ Banyak siswa dan guru yang terlambat datang ke sekolah.
√ Lingkungan sekolah yang kotor, membuang sampah tidak pada tempatnya.

   Kultur sekolah merupakan hal-hal yang sifatnya historis dari berbagai tata hubungan yang ada dan hal-hal tersebut telah diinternalisasikan oleh warga sekolah. Sedangkan iklim sekolah berada di permukaan dan berisi persepsi warga sekolah terhadap aneka tata hubungan yang ada saat ini.
Kultur sekolah memiliki tiga lapisan kultur yaitu:
a) Artifak di permukaan
Artifak adalah merupakan lapisan kultur sekolah yang paling mudah diamati, seperti misalnya aneka ritual sehari-hari di sekolah, berbagai upacara, benda-benda simbolik di sekolah, dan aneka ragam kebiasaan yang berlangsung di sekolah.
b) Nilai-nilai dan keyakinan di tengah
Lapisan yang lebih dalam berupa nilai-nilai dan keyakinan yang ada di sekolah. Sebagian berupa norma-norma perilaku yang diinginkan sekolah, seperti slogan-slogan rajin pangkal pandai, air beriak tanda tak dalam, menjadi orang penting itu baik tetapi lebih penting menjadi orang baik, hormati orang lain jika anda ingin dihormati.
c) Asumsi yang berada di lapisan dasar.
Lapisan yang paling dalam adalah asumsi-asumsi yaitu simbol-simbol, nilai-nilai dan keyakinan yang tak dapat dikenali tetapi berdampak pada perilaku warga sekolah, seperti misalnya:
1. Kerja keras akan berhasil
2. Sekolah bermutu adalah hasil kerja sama sekolah dan masyarakat, dan
3. Harmoni hubungan antar warga adalah modal bagi kemajuan.

    Jadi dapat saya simpulkan bahwa ,kultur sekolah itu sangat berpengaruh besar terhadap sekolah,semakin buruknya kultur sekolah yang dikembangkan akan berpengaruh besar pula terhadap para warga sekolah tersebut terutama untuk para peserta didiknya. Namun apabila kultur sekolah itu dikembangkan dengan baik maka akan berpengaruh ke dalam nilai positif la sekolah itu, dan juga dapat membawa bekal sekolah yang bermutu untuk kedepannya.

Minggu, 20 Desember 2020

Bidadari surgaku ibu



 



Deskripsi Biografi Tokoh

Saya memilih : Bidadari Surgaku Ibu

   Ibu ku namanya Nurdiana ,orang biasa memanggilnya "Nina" ,dalam pendidikan ibu hanya tamatan SMA ,ia anak kedua dari 3 bersaudara ,kedua orang tua ibuku atau lebih tepatnya nenek dan kakek dari sebelah ibuku  sudah lama meninggal , Ibuku memiliki wajah yang sedikit oval,dan memiliki tubuh yang tinggi ,kulitnya berwarna kuning langsat ,hidungnya tidak begitu mancung  ,memiliki bibir  tipis dan kemerahan , dan memiliki bentuk mata yang sedikit bulat. 

  Ibu ku bekerja sebagai penjahit dirumah,bakat menjahit ibu turun temurun dari nenek,nenek  dulu juga seorang penjahit tapi setelah tua ibu ku lah menggantikan nenek dalam dunia penjahitan,kalau dimalam hari ibu ku harus memakai lampu yang cukup terang untuk menjahit karena matanya yang sudah mulai buram,  karena mungkin faktor umur. Sebelum benar-benar handal menjadi seorang penjahit ,dulu ibu ku juga mengikuti kursus menjahit dan akhirnya bisa menjadi penjahit yang handal sekarang,ibuku bercerita setelah tamat SMA ia langsung masuk dikursus menjahit selama 9 bulan dipontianak,kursus menjahit yang ibuku ikuti sebenarnya hanya 6 bulan tetapi ibuku menambah 3 bulan lagi untuk memperdalam dunia perjahitan dengan mengikuti kursus model-model baju ,ibu ku tidak sendirian ,ia mempunyai 2 orang sahabat yang sama-sama ikut dalam kursus itu ,2 orang sahabatnya itu juga  tinggal satu tempat dengan ibuku ,setiap harinya ibuku pergi kursus dengan 2 orang sahabatnya ini. Dan disaat ibuku bercerita ,ibuku langsung menyuruhku untuk masuk dikursus menjahit saja , "sari tidak  mau ikut kursus gitu ma, mending sari belajar langsung dari mama kan kebih enak kayaknya bisa sekalian kuliah online juga dirumah ", itu lah kata yang ku ucapkan  ke ibu ku,aku menolaknya dan lebih memilih ingin belajar langsung dari ibu saja ,aku menolaknya karena alasan aku akan melanjutkan dunia perkuliahan.

    Ibu ku seorang penjahit yang handal menurutku dan juga menurut para pelanggan ibu,bukan hanya pelanggan yang sering menjahit disini ,orang-orang yang baru mengenal jahitan ibu pun banyak sekali membawa baju yang ingin dijahit  ke ibu,dirumah ku ini sudah penuh dengan baju-baju yang ingin dipermak orang,begitu pun kain potong yang belum dijadikan baju begitu banyak terletak di atas meja khusus jahitan ibu ku. Orang-orang biasanya lebih sering membuat baju baru dari pada mempermak baju,biasa baju yang ibu ku buat jarang dengan jumlah yang sedikit ,paling sedikit bahan yang orang pesan ingin dijadikan baju itu sekitar 5 buah,kadang ibu ku juga menerima baju-baju majelis ta'lim yang berkisaran ratusan meter bahan dan harus menjadikan puluhan baju baru.

  Ibu ku sering sekali lembur untuk menyelesaikan jahitan para pelanggannya,kalau dimalam hari mata ibuku sedikit buram karena mungkin faktor umur ,kalau sudah begitu biasanya tangan ku ingin sekali tergerak untuk membantu tapi sayangnya aku tidak tau sama sekali untuk membantu apa ,karena aku sendiri pun tidak tau cara nya menjahit ,ibu ku pernah menyuruh ku untuk belajar menjahit  ,dulu disaat aku duduk di bangku SMP aku sering mencobanya sendiri bila ibu ku tidak ada dirumah tapi percobaan itu malah membuat mesin jahit ibuku bermasalah ,mungkin aku memang tidak punya bakat menjahit seperti ibuku,tapi sekarang untuk menjahit pakaian ku yang robek aku sudah bisa sedikit demi sedikit memakai mesin jahit punya ibu ku berbeda dengan pas dulu aku SMP malah membuat benangnya kusut.

  Aku kadang begitu sangat kasihan kepada ibu biasanya ia tidak tidur semalaman dan menahan ngantuknya hanya untuk menyelesaikan jahitan yang ingin segera di ambil pelanggan.Biasanya harga jahitannya pun tidak seberapa banyak yang didapat, tidak setara dengan letih yang ibu dapat.Tapi aku begitu bangga kepada ibu,ia lebih mementingkan kualitas jahitannya dan membuat para pelanggan puas dengan hasilnya  ketimbang harga yang didapat.Pada saat banyak jahitan kadang waktu istirahat ibuku pun berkurang,ibuku memiliki kebiasaan disiang hari untuk tidur siang kalau tidak sibuk dengan jahitan,tapi kalau disaat banyak jahitan waktu tidur siang ibu ku tidak lah ada,kalau sudah benar-benar banyak jahitan ibu ku super sibuk,aku biasa melihat ibu terlelap sebentar dikursi mesin jahitnya itu,aku tau pasti ibu sangat lelah tapi biarpun begitu ibu tetap memilih mengalah dengan kebiasaan tidur siangnya.

   Disaat malam hari ,pasti badan ibu sangat lelah ,tapi demi mengejar jahitan untuk diselesaikan cepat ibu tetap memilih untuk lembur ,kadang ibu tidur sebentar ,disitu aku sangat begitu kasihan dengan ibu ,aku lihat wajah ibu yang begitu lelah ,tapi aku sendiri pun bingung harus bantu ibu apa , sedangkan aku sendiri pun tidak begitu tau bakat-bakat menjahit ,apa lagi harus membantu menyelesaikan jahitan baju baru seperti itu.Ya disaat ibu istirahat sebentar dimalam hari ,ibu pun selalu berbicara kepadaku seperti ini "kalau ibu tidur bangunin ibu ya,jangan sampai tidak" ,kata-kata yang biasa ibu sebutkan kepadaku saat ibu istirahat sebentar,kata-kata itu pun membuat aku sedikit bingung ,disatu sisi kalau aku membangunkan ibu ,aku sangat kasihan karena aku melihat wajah ibu yang lelah itu,tapi disatu sisi itu juga kalau aku tidak membangunkan ibu, jahitan ibu tidak selesai,ya biasa kalau sudah diposisi bingung sepeti itu aku terpaksa harus memilih membangunkan ibu,tapi disaat itu aku begitu kasihan dengan ibu,lelah ibu pasti belum hilang kalau hanya istirahat sebentar sepeti itu.

   Kalau disaat jahitannya sudah selesai , kadang orang-orang pun tidak langsung bayar,biasa orang harus ngutang dulu kepada ibu,tapi ibu tidak sekali keberatan kalau orang belum bayar seperti itu,kalau sudah begitu aku pun langsung berbicara kepada ibu dan bilang , "masak ibu mau menerima hutangan orang seperti itu sih,ibu kan udah capek-capek sampai lembur ngerjainnya ,masak malah nggak dibayar gitu sih bu" ,lalu ibupun langsung bicara kepadaku , "kita harus tolong menolong ,mungkin disaat itu orang belum punya uang untuk biaya bajunya ,tidak apa nanti juga dibayar".kata-kata itu sudah hapal untukku karena ya begitu sering sekali orang menjahit di ibuku tidak langsung bayar. Ya kalau sudah dengar ucapan ibu seperti itu,aku juga langsung berpikir ,ibu yang capek-capek menjahit aja tidak marah dengan orang yang berhutang,malah aku yang marah ,disaat itu lah aku dapat pelajaran dari ibu ,bahwa kita harus saling tolong-menolong ,tidak semua hal seperti itu kita paksakan ke orang,kalau orang tidak bayar ya mungkin rezeki kita belum disitu kata ibu.

  Ibu benar-benar sosok yang membuat aku kagum,ibu benar-benar sosok yang tiada duanya didunia ,ibu benar-benar sosok yang hebat dimataku, benar-benar bidadari surgaku ,aku begitu bangga kepada ibu.

  Terima kasih bu telah melahirkan,membesarkan dan menjaga ku dari kecil,ibu telah banyak mengajarkan ku banyak hal tentang kebaikan , terima kasih bu telah mengajarkan ku tentang keikhlasan , kesabaran,dan saling tolong menolong nya,aku sayang ibu,i love you Bu.

Sekian biografi saya tentang sosok bidadari surga ku,semoga suka dengan ceritanya dan dapat diambil yang bermanfaat nya ,sekian terima kasih :)


Minggu, 15 November 2020

5 Gambar/foto bahasa PUEBI dan KBBI

    5 Gambar Berdasarkan     

          PUEBI dan KBBI


















Lokasi gambar: jl. Hamzah II 
Waktu pengambilan gambar:
Kamis, 12 November 2020

Analisis: 
Pada gambar tersebut terdapat penggunaan bahasa asing,yakni stop dan home.

Berdasarkan PUEBI penulisan tersebut kurang tepat, sebaiknya penulisan menggunakan Bahasa Indonesia yakni berhenti dan rumah ,jika ingin menggunakan bahasa Asing,baiknya tulisan dimiringkan.

Menjadi stop dan home.






















Lokasi gambar: jl.parit tuan-tuan 
Waktu pengambilan gambar: 
Kamis, 12 November 2020

Analisis: 
Pada gambar tersebut terdapat penggunaan bahasa asing,yakni free.

Berdasarkan PUEBI penulisan tersebut kurang tepat,sebaiknya penulisan menggunakan Bahasa Indonesia yakni gratis,jika ingin menggunakan bahasa Asing,baiknya tulisan dimiringkan.

Menjadi free.












Lokasi gambar: jl. Pematang mas
Waktu pengambilan gambar:
Rabu, 11 November 2020

Analisis: 
Pada gambar tersebut terdapat penggunaan bahasa asing,yakni yes dan no.



Berdasarkan PUEBI penulisan tersebut kurang tepat,sebaiknya penulisan menggunakan Bahasa Indonesia yakni Tidak dan Iya,jika ingin menggunakan bahasa Asing,baiknya tulisan dimiringkan.

Menjadi Yes dan No.










 Lokasi gambar: jl.parit tuan-tuan
Waktu pengambilan: 
Jum'at, 13 November 2020

Analisis: 
Pada gambar tersebut terdapat penggunaan bahasa asing yakni galery fashion dan accessories .

Berdasarkan PUEBI penulisan tersebut kurang tepat, sebaiknya penulisan menggunakan Bahasa Indonesia yakni galeri busana dan aksesoris , jika ingin menggunakan Bahasa Asing,baiknya tulisan dimiringkan.

Menjadi galery fashion dan accessories .











Lokasi gambar: jl. Pematang mas
Waktu pengambilan: 
Selasa, 10 November 2020

Analisis: 
Pada gambar tersebut terdapat penggunaan bahasa Asing ,yakni for home i for health i for life 

Berdasarkan PUEBI penulisan tersebut kurang tepat , sebaiknya penulisan menggunakan Bahasa Indonesia yakni untuk rumah saya untuk kesehatan saya seumur hidup , jika ingin menggunakan bahasa Asing,baiknya tulisan dimiringkan.

Menjadi for home i for Health i for life 












Sabtu, 07 November 2020

Bahasa melayu Teluk pakedai kab kubu raya

 Kosakata bahasa Melayu Desa Selat remis

     Kec teluk pakedai,kab kubu raya 

No.   |  Kosakata bahasa ibu           | makna dalam bahasa Indonesia


1. Suduk                     =             Sendok

2. Pinggan                     =           Piring

3. Tembok              =               jalan

4.     Tingkap      =              Jendela

5. Pokok              =             Pohon

6. Gebar              =              Selimut

7. Buloh               =             Bambu

8. Selonggok       =               Banyak

9. Idong                =              Hidung

10. Sejuk                =               Dingin

11. Utan                =            Hutan

12. Emak                =             Ibu

13. Jatok                 =              Jatuh

14. Jaoh                 =             Jauh

15. Bace                 =              Baca

16. Meradang         =          Mengamuk

17. Minom                 =           Minum

18. Pegi                 =             Pergi

19. Perot                  =               Perut

20. Lepok                  =               Pukul

21. Rase                 =                  Rasa

22. Saket                         =                   Sakit

23. Sikit                          =                Sedikit

24. Takot                          =                  Takut

25. Kepak                  =                  Sayap

26. Kocek                           =                Saku

27. Umor                   =               Umur

28. Sanggan                    =             Baskom

29. Aek                            =                Air

30. Telinge                            =           Kuping

31. Baki                    =         Nampan

32. Kuali                    =          Wajan

33. Belangak                    =          Panci 

34. Recok                    =           Buta

35. Paret                    =         Sungai

36. Gertak                           =      Jembatan

37. Tirai                            =        Gorden

38. Lereng                             =         Sepeda 

39. Ujan                    =            Hujan

40. Tikar                            =          Karpet

41. Jamban                            =       Wc

42. Bunge                    =          Bunga

43. Tengok                            =    Lihat

44. Anem                    =           Listrik

45. Dudok                           =            Duduk

46. Ngomong           =           Bicara

47. Kejar                   =            Lari

48. Kitak                           =             Kalian

49. Die                          =              Dia

50. Pak mude                  =         Paman

51. Mak mude                     =             Bibi

52. Datok                           =           Kakek

53. Kamek                            =            Saya

54. Kite                            =            Kita

55. Ngape                             =        Mengapa

56. Bulak                            =         Bohong

57. Tesungkor                    =     Tersandung

58. Bise                            =           Bisa

59. Selembe                   =           Santai

60. Balak                          =            Keren

61. Selap                         =           Pingsan

62. Sangsot                        =             kacau

63. Acap                 =            Banjir

64. Bujor                         =             Lurus

65. Bengak                         =         Bodoh

66. Lepok                         =             Pukul

67. Cawan                         =              Gelas

68. Bonel                         =             Anting

69. Tengkok                        =            Tengkuk

70. Dade                          =             Dada

71. Tumet                          =             Tumit

72. Ales                          =             Alis

73. Pe can                  =            Ada apa

74. Tepekek kaong          =         Berteriak

75. Pendek tongkeng        =          Merajuk

76. Aek penguser          =        air pengusir

77. Agik                  =              Lagi

78. Ambe'                  =            Ambil

79. Apal                 =              Hapal

80. Asi                                 =       Boleh

81. Pacak                 =             Hebat

82. Lawar                  =              Keren

83. Gendok                         =         Cupu

84. Bejibun                         =            Banyak

85. Comel                 =      Suka ngomel

86. Degel                         =              Lucu

87. Terajang                 =          Tendang

88. Tegolek                          =          Terguling

89. Pekak                           =             Tuli

90. Andok                           =           Handuk

91. Beleming                   =       Berminyak

92. Belior                           =            Ngiler

93. Bekubang                   =         Berenang

94. Bepeloh                   =       Berkeringat

95. Betapok                  =          Sembunyi

96. Bile                                  =            Kapan

97. Centong                  =          Gayung

98. Gelik                          =              Jijik

99. Guli                  =            Kelereng

100. Senggan                  =           Batas 



Cerita saya tentang proses menyelesaikan kosakata bahasa ibu ini memakan waktu 1 hari saja dari pagi sampai la sore  dalam menyelesaikannya, karena menurut saya kosakata bahasa ibu ini cukup mudah karena menggunakan kosakata bahasa yang saya kita gunakan setiap hari ,jadi cukup sedikit mudah untuk menyelesaikan nya,tapi juga sedikit merasa bingung karen harus berpikir kosakata apa saja  yang harus dipakai dalam kosakata  bahasa ibu ini.

Sekian cerita saya sedikit tentang mengerjakan tugas kosakata bahasa ibu ini.

Terima kasih :)





PERANGKAT PEMBELAJARAN

Nama : Sari Murtini NIM : 12001308 Kelas : 4G PAI Makul : Magang 1                 Perangkat Pembelajaran      Minggu ini saya akan me...