Sabtu, 23 April 2022

KOMPETENSI GURU PROFESIONAL

Nama : Sari murtini
NIM : 12001308
Kelas : 4G PAI
Makul : Magang 1
KOMPETENSI GURU PROFESIONAL
    Apa itu kompetensi guru profesional ?, menurut pemahaman singkat saya yang dimaksud kompetensi guru profesional adalah kemampuan atau kewenangan seorang guru dalam melakukan profesinya. Definisi Kompetensi Profesional Guru – Kamus Besar Bahasa Indonesia menyebutkan bahwa kompetensi ini berasal dari kata “kompeten” yang berarti cakap, berkuasa, memutuskan (menentukan) sesuatu , dalam pengertian lain pula, Pengertian kompetensi adalah karakteristik yang mendasari seseorang yang berkaitan dengan efektifitas kinerja individu dalam pekerjaannya.
    Kompetensi ini merupakan kewenangan atau kewajiban seseorang untuk dapat melaksanakan tugas sebagaimana mestinya. Dan menurut saya seorang guru dapat memiliki keterampilan, pengetahuan, dan keahlian didalam bidang tertentu yang harus dikembangkan agar dapat mengikuti perkembangan zaman. Kompetensi yang dimaksud ini lebih ditekankan kepada profesi keguruan. Dimana kompetensi guru sangat berkaitan sekali dengan profesionalisme, dimana guru yang profesional ini adalah guru yang berkompeten/ berkemampuan pastinya . Oleh karena itu, kompetensi profesionalisme guru dapat diartikan sebagai kemampuan dan kewenangan guru dalam menjalankan profesi. Profesionalisme seorang guru merupakan suatu keharusan dalam mewujudkan sekolah berbasispengetahuan, yaitu pemahaman tentang pembelajaran, kurikulum, dan perkembangan manusia termasuk gaya belajar.
   Pada umumnya disekolah- sekolah yang memiliki guru dengan kompetensi profesional akan menerapkan “pembelajaran dengan melakukan” untuk menggantikan cara mengajar, dimana guru yang berbicara dan peserta didik yang mendengarkan. Dalam suasana seperti ini, peserta didik dituntuk untuk lebih terlibat dalam hal memecahkan masalah, mencari sumber informasi, data evaluasi, serta menyajikan dan mempertahankan prestasi kerja yang dilakukan kepada teman sejawat dan guru yang mengampu mata pelajaran tersebut.
Sebagai seorang guru perlu mengetahui dan menerapkan beberapa prinsip mengajar agar seorang guru dapat melaksanakan tugasnya secara profesional yaitu sebagai berikut :
1. Guru harus dapat membangkitkan peserta didik pada mata pelajaran yang diberikan serta dapat menggunakan media pembelajaran dan sumber belajar yang bervariasi.
2. Guru harus dapat membangkitkan minat peserta didik untuk aktif dalam berpikir serta mencari dan menemukan sendiri pengetahuan.
3. Guru perlu menghubungkan pelajaran yang akan diberikan dengan pengetahuan yang telah diketahui oleh peserta didik (kegiatan apersepsi) agar peserta didik lebih mudah memahami pelajaran yang akan diterima nya.
4. Guru harus mampu mengembangkan sikap peserta didik dalam membina hubungan sosial baik didalam kelas maupun diluar kelas.
5. Guru harus mencari tahu perbedaan peserta didik secara individual agar guru dapat memahami karakteristik dari setiap peserta didik.
6. Guru juga dapat melaksanakan evaluasi yang efektif serta menggunakan prestasi belajar untuk mengetahui prestasi dan kemajuan peserta didik serta dapat melakukan perbaikan dan pengembangan.
     Menurut saya pula dengan kemajuan teknologi dan informasi yang berkembang semakin pesat saat ini, maka guru tidak hanya bertindak sebagai penyaji informasi, tetapi guru juga harus bertindak sebagai fasilitator, motivator, dan pembimbing bagi peserta didik serta dapat memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bisa mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki peserta didik dalam kegiatan belajar.
Dalam internet yang saya cari bahwasanya gitu mempunyai kemampuan akademik dan non akademik yang meliputi :
Kemampuan akademis dan non akademis terdiri dari :
• Kemampuan Akademis
1) Memiliki Sertifikasi Mengajar
2)Menguasai Materi Pembelajaran
3) Mengembangkan Metodologi, Media dan Sumber Belajar
4)Ahli Menyusun Program
5)Menilai atau Mengevaluasi Pembelajaran
6) Mampu Memberdayakan Siswa
7) Kesesuaian Disiplin Ilmu Yang Dimiliki Dengan Tugas
8) Memiliki Pengalaman Mengajar
9) Mengikuti Training, Work Shop, Pelatihan, Penataran, Dan Lain-Lain
10) Inovatif dan Pro Aktif
11) Senang Mencari Informasi Baru
12) Senang Membaca dan Menambah Pengetahuan
• Kemampuan Non Akademis
1) Menguasai Paradigma Baru Pendidikan
2) Tidak Buta Teknologi
3) Memiliki Persiapan Mengajar Tertulis
4) Memiliki Persiapan Mengajar Tidak Tertulis
5) Memiliki Kematangan Emosi
6) Dapat Berkomunikasi Dengan Baik
7) Ceria, Gemar Membantu Sesama
8) Bersikap Toleransi
9) Bersikap Sederhana
10) Tidak Sombong
11) Memiliki Iman dan Taqwa Seimbang Dunia & Akhirat
    Kemudian guru itu juga mempunyai tugas dan fungsi yang harus mereka lakukan dalam bidang pendidikan. Dalam peranannya guru memiliki tugas dan kewajiban untuk mengelola pembelajaran dengan sebaik mungkin. Tidak hanya dengan melaksanakan dan mengelola pembelajaran saja, tetapi guru juga harus bisa mengelola peserta didik dan kelas dalam melaksanakan proses pembelajaran. Namun jasa guru sangatlah besar dalam membantu pertumbuhan dan perkembangan peserta didik. Guru mempunyai tugas serta fungsi untuk membentukkepribadian peserta didik demi menyiapkan dan mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas di zaman yang semakin modern. Terlihat dari beberapa fungsi yang telah dibicarakan bahwa guru memiliki fungsi yang harus dilakukan guru sebagai pengelola pembelajaran sudah sangat baik, ditambah lagi guru juga harus melaksanakan peran pentingnya sebagai seorang guru yang profesional. Hal tersebut menandakan bahwa profesi seorang guru itu bukanlah profesi yang sangatmudah untuk dilakukan. Diperlukan kemampuan dan disiplin ilmu keprofesian guru yang baik untuk dapat melaksanakan peran guru,agar proses pembelajaran dapat berlangsung dengan baik dan memperoleh prestasi belajar siswa yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
     Dari uraian diatas maka dapat saya simpulkan bahwa Kompetensi Profesional Guru adalah seseorang yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus didalam bidang yang telah diampunya sehingga seseorang tersebut dapat menjalankan tugas dan fungsinya sebagai seorang guru dengan Prestasi yang baik.

Minggu, 17 April 2022

MANAJEMEN KELAS

Nama : Sari murtini
NIM : 12001308
Kelas : 4G PAI
Makul : Magang 1

                           Manajemen Kelas
    Baiklah disini saya akan membahas  apa  itu manajemen kelas? disini  Menurut pemaparan saya pribadi dari pengertian manajemen kelas yang sudah saya susun berdasarkan pengetahuan saya sendiri. Manajemen kelas itu berasal dari dua kata yaitu manajemen dan kelas. Dimana manajemen ini  berasal dari kata manage yang berarti mengelola, memimpin, mencapai dan mengatur. Menurut Usman, 2009:5 Manajemen berasal dari bahasa latin yaitu manus yang berarti tangan dan agere yang berarti melakukan. Kedua kata tersebut digabungkan menjadi managere yang berarti mengolah, mengerjakan dengan tangan. Usman (2009:5) menyarankan agar managere diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dalam bentuk kata kerja to manage, kata benda management, dan manager untuk menunjukkan orang yang melakukan kegiatan pengelolaan. Manajemen kelas adalah proses perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan kegiatan belajar guru, memanfaatkan sepenuhnya sumber daya untuk secara efektif dan efisien mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan. Manajemen adalah serangkaian kegiatan atau tindakan yang dirancang untuk menciptakan kondisi yang memungkinkan terjadinya pembelajaran. 
   Didalam pemaparan saya ini ,Pengelolaan kelas merupakan syarat penting dalam menentukan terciptanya pembelajaran yang efektif. Pengelolaan kelas juga termasuk karya seni dan praktik yang dilakukan guru secara individu, dengan orang lain, atau melalui orang lain (seperti mengajar dalam kelompok teman sebaya atau siswa sendiri) untuk mengoptimalkan proses pembelajaran. Jika mengacu pada proses pengelolaan, pengelolaan kelas juga memiliki proses yaitu perencanaan, pelaksanaan dan pemantauan (penilaian). Menciptakan kelas yang nyaman adalah studi tentang manajemen kelas, karena manajemen kelas adalah serangkaian perilaku dimana guru berusaha untuk menciptakan dan memelihara kondisi kelas yang memungkinkan siswa untuk belajar dengan baik. Efektivitas pengelolaan kelas sangat tergantung pada bagaimana guru memahami seluruh aspek pelaksanaannya.
    Dan selain itu Manajemen kelas adalah pengaturan kegiatan secara sadar dan sistematis dalam proses belajar mengajar. Upaya sadar ini meliputi penyiapan bahan ajar, penyediaan alat peraga dan media atau media pembelajaran, penataan ruang belajar, dan penciptaan suasana belajar yang kondusif untuk mencapai tujuan pembelajaran. Guru yang melakukan pengelolaan kelas harus memahami seluruh aspek kegiatan pengelolaan kelas atau manajemen kelas. Pengelolaan kelas guru bukan tanpa tujuan. Dengan tujuan tersebut, guru selalu berusaha mengelola kelas, meskipun terkadang mereka merasa lelah secara fisik dan mental. Guru menyadari jika pengelolaan kelas tidak tepat akan berdampak pada terhambatnya kegiatan mengajar. Hal seperti itu sama saja dengan membiarkan pengajaran berlalu begitu saja tanpa hasil, yaitu mengubah perilaku siswa, membiarkan siswa berperilaku lebih baik, dan membimbing siswa dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari yang tidak paham menjadi paham, dan dari yang tidak berilmu menjadi berilmu.
     Dan pastinya Tentu tidak perlu diragukan bahwa setiap kali masuk kelas,  pasti guru  selalu  melaksanakan tugasnya dengan mengelola kelas. Manajemen kelas disini sudah dimaksudkan untuk menciptakan kondisi dalam kelompok kelas yang berupa lingkungan kelas yang  baik. Manajemen kelas dimaksudkan untuk menciptakan kondisi dalam kelompok kelas yang berupa lingkungan kelas yang baik, yang  memungkinkan  siswa  berbuat sesuai dengan kemampuannya. Kemudian dengan manajemen kelas produknya harus sesuai dengan tujuan-tujuan yang hendak ingin kita capai.
    Dan terdapat pula Tujuan pengelolaan kelas , pengelolaan kelas pada  hakikatnya telah terkandung dalam tujuan pendidikan. Secara umum tujuan pengelolaan kelas adalah penyediaan fasilitas bagi bermacam-macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional dan intelektual dalam kelas. Fasilitas yang disediakan itu memungkinkan siswa belajar dan bekerja, terciptanya suasana sosial yang memberikan kepuasan, suasana disiplin, perkembangan intelektual, emosional dan sikap serta apresiasi pada siswa. Adapun tujuan lain dari manajemen kelas adalah penyedia fasilitas bagi berbagai macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional, dan intelektual dalam kelas. Fasilitas yang disediakan itu memungkinkan siswa belajar dan bekerja, terciptanya suasana sosial yang memberikan kepuasan, suasana disiplin, perkembangan intelektual, emosional, dan sikap apresiasi pada siswa. Arikunto (1988:68) berpendapat bahwa tujuan manajemen kelas adalah agar setiap anak di kelas dapat bekerja dengan tertib sehingga segera tercapai tujuan pengajar secara efektif dan efesien agar hasilnya juga memuaskan.
Kemudian kita akan membahas di dalam manajemen kelas terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan sebagai prasyaratan menciptakan satu model pembelajaran yang efektif dan efisien ialah sebagai berikut :
1. Prinsip Kesiapan
2. Prinsip Motivasi
3. Prinsip Perhatian
4. Prinsip Persepsi
5. Prinsip Retensi
6. Prinsip Transfer
    Dimana Seorang guru dalam kegiatan sehari-hari, akan banyak menghadapi kasus-kasus dalam kelasnya. Kasus-kasus yang dijumpai guru dalam manajemen kelas antara lain seperti:
1.  Tingkat penguasaan materi oleh siswa di dalam kelas. Misalkan materi pelajaran yang diberikan kepada siswa terlalu tinggi atau sulit, sehingga tidak bisa diikuti oleh siswa, maka di sini diperlukan penyesuaian agar siswa dapat mengikuti kegiatan belajar dengan baik. Apabila tidak diadakan penyesuaian, siswa-siswa tidak akan serius dan selalu menimbulkan kegaduhan.
2. Fasilitas yang diperlukan. Misalnya alat, media, bahan, tempat, biaya, dan lain-lain, akan memungkinkan siswa belajar dengan nyaman.
3. Kondisi siswa. Misalnya, siswa yang kelihatan sudah lesu dan tidak bergairah dalam menerima pelajaran, hal ini dapat mempengaruhi situasi.
4. Teknik mengajar guru. Misalnya, dalam memberikan pengajaran kurang menggairahkan suasana kelas dan menjemukan membuat siswa menjadi bosan.
Kemudian adapula aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam manajemen kelas  adalah sifat kelas, pendorong kekuatan kelas, situasi kelas, tindakan selektif, dan kreatif. Kegiatan-kegiatan yang perlu dilaksanakan  dalam manajemen kelas sebagai aspek-aspek manajemen kelas adalah:
1. Mengecek kehadiran siswa apakah hadir semua atau tidak
2. Mengumpulkan hasil pekerjaan siswa, memeriksa, dan menilai hasil pekerjaan tersebut
3. Pendistribusian bahan dan alat yang digunakan
4. Mengumpulkan informasi siswa, mencatat data pemeliharaan arsip
5. Menyampaikan materi pelajaran
6. Memberikan tugas sebagai bahan evaluasi

    Baik dapat saya simpulkan bahwa manajemen ini merupakan sumber dari pengelolaan dalam jenjang pendidikan yang sangat berperan penting dalam mengatur apa saja yang diperlukan didalam sekolah tersebut.


Jumat, 08 April 2022

MANAJEMEN SEKOLAH

Nama : Sari murtini
NIM : 12001308
Kelas : 4G PAI
Makul : Magang 1



                     MANAJEMEN SEKOLAH

Apa itu manajemen sekolah ?
    Menurut pemahaman saya ,yang dimaksud dengan manajemen sekolah disini adalah sistem tata kelola yang diterapkan disekolah secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan, misalkan: pendidikan yang baik, prestasi yang meningkat, peningkatan sarana dan prasarana.
   Manajemen sekolah disini berarti memberdayakan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya untuk mencapai tujuan sekolah. Manajemen sekolah memiliki dua aspek, yaitu aspek manajemen eksternal dan manajemen internal. Manajemen internal sekolah seperti perpustakaan, laboratorium, bangunan dan saran fisik lainnya, sumber dana, pelaksanaan evaluasi pendidikan, dan hubungan antar guru, murid. Sedangkan manajemen eksternal meliputi hubungan dengan pihak luar sekolah seperti masyarakat, dewan pendidikan, dinas pendidikan maupun pihak lain yang terkait dengan fungsi sekolah. Ada pula dinamakan Manajemen berbasis sekolah , atau biasa kita singkat dengan MBS ,MBS adalah model pengelolaan yang memberikan otonomi yang lebih besar kepada kepala sekolah, memberikan fleksibilitas kepada sekolah, mendorong partisipasi secara langsung dari warga sekolah.
    Tujuan dari Manajemen berbasis sekolah (MBS) ini memiliki tujuan utam , yaitu Tujuan Utama MBS adalah meningkatkan efisiensi, mutu, dan pemerataan pendidikan. Peningkatan efisiensi diperoleh melalui keleluasaan mengelola sumber daya yang ada, partisipasi masyarakat, dan penyederhanaan birokrasi. Tidak hanya itu MBS ini juga memberi peluang pada kepala sekolah dan guru serta peserta didik untuk melakukan inovasi dan improvisasi di sekolah, berkaitan dengan masalah kurikulum, pembelajaran, manajerial, dan lain sebagainya yang tumbuh dari aktivitas, kreativitas dan profesionalisme yang dimiliki. Tidak jauh berbeda dengan fungsi manajemen secara umum, fungsi dari manajemen sekolah antara lain :
• Membuat perencanaan sekolah meliputi tujuan dan dasar pendirian sekolah
• Mengorganisasi segala sumber daya sekolah untuk mencapai tujuan bersama
• Melakukan pengarahan kepada seluruh anggota dan stakeholder sekolah untuk selalu bekerja sama demi kualitas sekolah
• Melakukan pengawasan terhadap jalannya operasional sekolah
Untuk ruang lingkup manajemen di sekolah meliputi objek dan sumber daya sebagaimana berikut:
o Manusia (Man)
Manusia merupakan unsur terpenting yang harus dikelola dalam manajemen di sekolah. Salah satu pengelolaan yang harus dilakukan misalnya dengan mengorganisasikannya sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.
o Uang (Money)
Dalam hal ini uang dimaksudkan untuk mengelola pendanaan secara efisien sehingga tidak terjadi pemborosan yang dilakukan sekolah.
o Bahan (Materials)
Bahan materi merupakan aspek yang penting dalam manajemen sekolah. Pengelolaan material yang bagus, akan membentuk kurikulum yang tepat untuk pembelajaran siswa.
o Metode (Method)
Pemilihan metode yang tepat akan meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi. Dengan begitu, tujuan pendidikan akan lebih cepat tercapai.
o Mesin (Machines)
Mesin merupakan bagian dari media pembelajaran yang memiliki pengaruh signifikan terhadap pemahaman siswa.
o Pasar (Market)
Pasar merupakan salah satu kunci yang menentukan sekolah tersebut menjadi lembaga pendidikan yang besar atau kecil, pasar yang dimaksud berarti masyarakat secara luas.
o Waktu (Minutes)
Tentu saja waktu harus dikelola dengan baik karena waktu belajar murid di sekolah sangat terbatas. Time management harus diatur secara efisien agar tujuan pembelajaran dapat terpenuhi. Pastikan kamu telah memahami apa saja hal-hal diatas sebelum membuat rancangan manajemen sekolah. Jika manajemen yang Anda rumuskan sudah rapi, maka sangat mudah bagi sekolah untuk mencapai tujuan pendidikannya.
  Kemudian di dalam manajemen sekolah ada pula prinsip-prinsipnya , Prinsip dalam tulisan ini landasan-landasan yang dijadikan dasar dalam melaksanakan fungsi atau pekerjaan-pekerjaan manajemen sekolah. Dalam pengelolaan sekolah agar dapat mencapai tujuan sekolah dengan baik, maka perlu mendasarkan pada prinsip-prinsip manajemen sebagai berikut:
a. Prinsip efisiensi yaitu maksudnya adalah dengan penggunaan modal yang sedikit dapat menghasilkan hasil yang optimal
b. Prinsip efektivitas, yakni maksudnya adalah ketercapaian sasaran sesuai tujuan yang diharapkan
c. Prinsip pengelolaan, yakni maksudnya adalah seorang manajer harus melakukan pengelolaan sumbver-sumber daya yang ada
d. Prinsip pengutamaan tugas pengelolaan, yakni maksudnya adalah seorang manajer harus mengutamakan tugas-tugas pokoknya. Tugas-tugas yang bersifat operatif hendaknya dilimpahkan pada orang lain secara proporsional. Manakala seorang manajer telah melimpahkan tugas kepada orang lain, tanggung jawab tetap ada pada pimpinan
e. Prinsip kerjasama, yakni maksudnya adalah seorang manajer hendaknya dapat membangun kerjasama yang baik secara vertical maupun secara horizontal, dan
f. Prinsip kepemimpinan yang efektif, yakni maksudnya adalah bagaimana seorang manajer dapat memberi pengaruh, ajakan pada orang lain untuk pencapaian tujuan bersama.
          Dapat saya ambil kesimpulannya adalah adalah bahwa pengertian manajemen dan Manajemen Pendidikan merupakan suatu Proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan dalam mengelola sumber daya yang berupa man, money, materials, method, machines, market, minute dan information untuk mencapai tujuan yang efektif dan efisien dalam bidang pendidikan. Dan Sistem manajemen sekolah adalah suatu aplikasi sistem terpadu yang dapat diakses oleh semua anggota sekolah seperti guru, wali kelas, pegawai sekolah, tata usaha, siswa serta orang tua siswa dengan tujuan untuk mempermudah kegiatan operasional, manajemen sekolah dan juga kegiatan belajar mengajar.
         Menurut saya juga, dalam penerapan manajemen sekolah ini begitu penting ,bisa diambil contoh yaitu dalam sekolah saya atau alumni sekolah saya (SMAN 1 TELUK PAKEDAI) sudah berjalan dengan baik Penerapan manajemen sekolah nya , maksudnya disini penerapan manajemen di sekolah saya sudah berjalan secara efektif, efisien, dan terorganisir sehingga tercipta sistem pendidikan yang berkualitas. Mungkin saja memang tidak sesempurna penerapan-penerapan manajemen disekolah yang berkualitas tinggi, ya namun setidaknya manajemen sekolah itu diterapkan dengan sangat baik dialumni sekolah saya.

PERANGKAT PEMBELAJARAN

Nama : Sari Murtini NIM : 12001308 Kelas : 4G PAI Makul : Magang 1                 Perangkat Pembelajaran      Minggu ini saya akan me...