Senin, 20 Juni 2022

PERANGKAT PEMBELAJARAN

Nama : Sari Murtini
NIM : 12001308
Kelas : 4G PAI
Makul : Magang 1


                Perangkat Pembelajaran
     Minggu ini saya akan membahas mengenai Perangkat pembelajara, apa si itu perangkat pembelajaran ? , Perangkat pembelajaran merupakan hal yang harus Disiapkan oleh guru sebelum melaksanakan Pembelajaran. Dalam KBBI (2007: 17), perangkat adalah alat atau perlengkapan, sedangkan pembelajaran adalah proses atau cara menjadikan orang belajar. Menurut Zuhdan, dkk (2011: 16) .Perangkat pembelajaran adalah alat atau Perlengkapan untuk melaksanakan proses yang memungkinkan pendidik dan peserta didik melakukan kegiatan pembelajaran. Perangkat pembelajaran menjadi pegangan bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran baik di kelas, laboratorium atau di luar kelas. Dalam Permendikbud No. 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah disebutkan bahwa Penyusunan perangkat pembelajaran merupakan Bagian dari perencanaan pembelajaran. Perencanaan Pembelajaran dirancang dalam bentuk silabus dan RPP yang mengacu pada standar isi. Selain itu, Dalam perencanaan pembelajaran juga dilakukan Penyiapan media dan sumber belajar, perangkat Penilaian, dan skenario pembelajaran. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) .
  Perangkat pembelajaran memiliki peranan yang sangat penting bagi seorang guru sebelum memulai proses pembelajaran. Perangkat pembelajaran yang diperlukan dalam mengelola proses belajar mengajar dapat berupa: silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Media Pembelajaran, Bahan Ajar, LKS, dan Perangkat Evaluasi. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Ibrahim (dalam Trianto, 2007: 68) menyatakan bahwa “perangkat pembelajaran yang diperlukan dalam mengelola proses belajar mengajar dapat berupa silabus, RPP, Lembar Kegiatan Siswa (LKS), Instrumen Evaluasi atau Tes Hasil Belajar (THB), serta Media Alat Peraga pembelajaran”. Jadi, Perangkat Pembelajaran dapat diartikan sebagai alat kelengkapan yang digunakan untuk membantu proses pembelajaran. Perangkat Pembelajaran merupakan salah satu perangkat wajib yang harus disiapkan seorang guru sebelum mulai Proses Belajar mengajar, Perangkat Pembelajaran terdiri dari ;
1. Silabus
Silabus merupakan suatu rencana pembelajaran yang sudah disusun sedemikian rupa demi tercapainya tujuan pembelajaran. Sebagaimana yang dikemukakan Trianto (2010: 201) menyatakan “silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu kelompok mata pelajaran tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar”.
Elemen rinci silabus terdiri dari:
• Batasan dan misi materi pelajaran yang akan disajikan kepada peserta didik.
• Tujuan dan Sasaran dari suatu materi pembelajaran.
• Keterampilan yang harus diraih oleh siswa pada setiap mata pelajaran yang disajikan.
• Rancangan poin konsep materi yang diberikan kepada siswa.
• Kegiatan dan referensi belajar yang menjadi penyokong kesuksesan dalam aktivitas pembelajaran.
• Cara evaluasi yang dipakai dalam pembelajaran.

2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Setelah silabus tersusun berikutnya yang dilakukan guru adalah menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Menurut Permendikbud Nomor 65 tahun 2013 dalam Kunandar (2014: 5) tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah RPP adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih.
Elemen yang terkandung pada RPP:
• Indikator/parameter pembelajaran
• Kompetensi dasar (KD) dan Standar kompetensi (SK)
• Skenario Pembelajaran
• Model Pembelajaran
• LKS (Lembar Kerja Siswa)
• Pokok pembahasan
• Pengukuran Hasil Belajar
• Sumber dan sarana/media/fasilitas dan Pembelajaran

3. Media Pembelajaran
Media pembelajaran adalah alat yang digunakan dalam proses pembelajaran untuk menyampaikan pesan, ide atau gagasan berupa bahan ajar kepada siswa oleh guru. Sebagaimana yang disampaikan oleh Daryanto (2013:5) bahwa proses belajar mengajar pada hakikatnya adalah proses komunikasi, penyampaian pesan dari siswa kepada penerima. Dalam proses pembelajaran ada pesan yang ingin kamu sampaikan dan disampaikan. Media berfungsi untuk menghubungkan informasi dari satu pihak ke pihak lain. Sedangkan dalam dunia pendidikan kata media disebut media pembelajaran.

4. Bahan Ajar
Menurut saya, bahan ajar merupakan seperangkat materi atau sarana atau alat pembelajaran untuk melangsungkan proses pembelajaran. Bahan ajar adalah bahan atau materi pelajaran yang disusun secara sistematis, yang digunakan guru dan siswa dalam proses pembelajaran (Pannen, 1995). Secara garis besar, fungsi bahan ajar bagi guru adalah untuk mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses pembelajaran sekaligus merupakan subtansi kompetensi yang seharusnya diajarkan kepada siswa. Fungsi bahan ajar bagi siswa untuk menjadi pedoman dalam proses pembelajaran dan merupakan subtansi kompetensi yang seharusnya dipelajari.

5. LKS
Lembar Kegiatan Siswa (LKS) merupakan panduan belajar bagi siswa yang berisi petunjuk, langkah-langkah dalam pengerjaannya dan juga biasanya berupa soal latihan yang berisikan petunjuk dalam pemecahan masalahnya. Lembar Kegiatan Siswa (LKS) juga dapat dikatakan sebagai panduan belajar di kelas bagi siswa yang digunakan untuk melakukan penyelidikan atau pemecahan masalah dalam menemukan konsep atau pengetahuan baru yang pastinya juga akan dibimbing oleh guru. Sebagaimana yang dikemukakan Azhar (dalam Maulida, 2009: 114), Ia menyatakan bahwa “lembar aktivitas siswa adalah lembaran yang berisi perintah-perintah yang dilakukan sesuai dengan prosedur kegiatan yang dilakukan dan persoalan[1]persoalan yang dikerjakan atau dijawab oleh siswa”.
Maka dapat disimpulkan bahwa LKS adalah lembar kerja siswa yang berisi materi ajar yang sudah dikemas sedemikian rupa, berupa soal-soal yang harus dikerjakan oleh siswa. Lembar kerja tersebut harus memenuhi paling tidaknya sebuah kompetensi dasar dikuasai oleh siswa.

6. Perangkat Evaluasi
Secara umum penilaian atau evaluasi adalah suatu proses sistematik untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan efisiensi suatu program. Evaluasi yang dikaitkan dengan pembelajaran di sekolah, adalah suatu usaha untuk mengukur beberapa atribut atau tingkah laku individu seperti pengetahuan, sikap, dan ketrampilan guna membuat keputusan tentang status atribut tersebut. Keputusan yang didasarkan atas pengukuran atribut-atribut tersebut kemudian menentukan tingkat penguasaan peserta didik atau keberhasilan mengajar seorang guru setelah dibandingkan dengan standar yang telah ada atau dibuat sebelumnya.

Senin, 13 Juni 2022

SISTEM EVALUASI

Nama : Sari murtini
NIM : 12001308
Kelas : 4G PAI
Makul : Magang 1

                   SISTEM EVALUASI

   Baiklah Minggu lalu saya telah membahas mengenai strategi pembelajaran, untuk Minggu ini membahas tentang sistem evaluasi.
   Pengertian evaluasi pendidikan adalah kegiatan yang dilakukan oleh guru secara sistematis, terarah dan terencana dalam upaya mengetahui sampai sejauh mana terjadi perubahan perilaku pada diri siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran sehingga guru dapat menentukan tindakan yang tepat. Evaluasi pendidikan adalah kegiatan mengumpulkan fakta atau bukti-bukti secara sistematis untuk menetapkan apakah telah terjadi perubahan pada diri siswa, dan sampai sejauh mana perubahan yang terjadi. Dalam proses pendidikan, evaluasi merupakan salah satu komponen penting dan memainkan peranan yang besar dalam mengidentifikasi keberhasilan suatu program pendidikan. Pada dasarnya, evaluasi dimaksudkan untuk memperoleh data atau informasi tentang jarak antara situasi yang ada dan situasi yang diharapkan dengan menggunakan kriteria-kriteria tertentu. Dengan menggunakan data dan informasi yang ada, guru dapat mengambil keputusan tentang kegiatan belajar mengajar selanjutnya. Agar proses evaluasi dapat berlangsung, maka instrumen evaluasi harus direncanakan, disusun, dan dilaksanakan.         Melalui kegiatan evaluasi ini guru akan mengetahui apakah proses pembelajaran yang telah dilakukannya dapat memberikan perubahan kompetensi siswa. Dengan demikian, evaluasi memiliki fungsi untuk mengetahui gambaran kondisi siswa dalam proses pembelajaran serta memberikan umpan balik bagi guru berdasarkan hasil kegiatan evaluasi ini. Dengan adanya evaluasi akan diketahui kelemahan dan kelebihan proses pembelajaran yang telah dilakukan. Melalui kegiatan evaluasi ini, guru juga dapat mengetahui kemampuan yang telah dimiliki siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran, dan melalui kegiatan evaluasi ini pula guru bisa menentukan tindakan apa yang harus dilakukan terhadap siswa yang kurang dan siswa yang menguasai pembelajaran serta siswa yang telah menguasai pembelajaran.

    Tujuan Evaluasi Pendidikan , tujuan utama dilakukan kegiatan evaluasi dalam proses belajar adalah untuk mendapatkan informasi yang akurat mengenai tingkat pencapaian tujuan instruksional oleh siswa sehingga dapat diupayakan tindak lanjutnya dalam bentuk fungsi evaluasi. Berbagai informasi yang dikumpulkan oleh guru dapat digunakan untuk berbagai tujuan. Guru dapat menggunakan bukti untuk memonitor kemajuan siswa dan membuat pertimbangan. Hasilnya dapat diinformasikan kepada para siswa, orang tua, guru-guru lain, pengurus dan otoritas sekolah mengenai hasil belajar yang demonstrasikan siswa.Pertimbangan guru ini dapat juga digunakan siswa untuk membuat keputusan yang mereka perlukan untuk meningkatkan proses pembelajaran serta kebutuhan sumber daya yang diperlukan bagi pembelajaran selanjutnya. Pertimbangan juga digunakan sebagai bahan untuk mendiskusikan cara belajar masa depan dengan para siswa, dan orang tua atau sebagai pemandu perencanaan program kelas dan kurikulum sekolah. Untuk itu dibutuhkan instrumen evaluasi yang baik dengan memiliki atribut yang berkaitan dengan:
1. Validitas yaitu kemampuan instrumen evaluasi untuk mengukur apa yang harus diukur.
2. Reliabilitas yaitu akurasi (ketepatan) dan konsistensi dari prosedur suatu pengukuran tertentu.
3. Kepraktisan yaitu sejumlah aspek dari instrumen sendiri yang bisa memudahkan proses pengadministrasian, penskoran, dan penginterpretasian hasil, serta tentang bagaimana penerapannya.

    Kedudukan Evaluasi Dalam Pembelajaran, Pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 57 ayat 1 yang menyatakan bahwa “evaluasi dilakukan dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak berkepentingan, di antaranya terhadap peserta didik, lembaga dan program pendidikan”. Sehingga kedudukan evaluasi pendidikan mencakup semua komponen, proses pelaksanaan dan produk pendidikan secara total, dan di dalamnya setidaknya terakomodir tiga konsep, yakni: memberikan pertimbangan (judgement), nilai (value), dan arti (worth).

    Fungsi Evaluasi Pembelajaran, Selain berbagai tujuan di atas, pentingnya evaluasi dalam pembelajaran dapat dilihat dari fungsi atau kegunaan yang dimilikinya. Menurut Arifin (2017, hlm. 15) fungsi atau kegunaan yang dimiliki oleh evaluasi pembelajaran adalah sebagai berikut.
1. Fungsi formatif,
Yakni untuk memberikan umpan balik kepada guru sebagai dasar untuk memperbaiki proses pembelajaran dan mengadakan program remedial jika diperlukan bagi peserta didik.
2. Fungsi sumatif
Yaitu menentukan nilai kemajuan atau hasil belajar peserta didik dalam mata pelajaran tertentu, sebagai bahan untuk memberikan laporan kepada berbagai pihak, penentuan kenaikan kelas, dan penentuan lulus tidaknya peserta didik.
3. Fungsi diagnostik
Yakni untuk memahami latar belakang meliputi latar psikologis, fisik, dan lingkungan peserta didik yang mengalami kesulitan belajar, yang hasilnya dapat digunakan sebagai dasar dalam memecahkan kesulitan-kesulitan tersebut.
4. Fungsi penempatan
Yaitu menempatkan peserta didik dalam situasi pembelajaran yang tepat (misalnya dalam menentukan program spesialisasi) sesuai dengan tingkat kemampuan peserta didik.
   Sementara itu fungsi evaluasi menurut Sudjana (2017, hlm. 3) dikelompokkan menjadi tiga fungsi, yakni sebagai berikut :
1. Alat untuk mengetahui tercapai-tidaknya tujuan instruksional.
2. Umpan balik bagi perbaikan proses belajar-mengajar.
3. Dasar dalam menyusun laporan kemajuan belajar siswa kepada para orang tuanya.
Pendekatan Sistem, evaluasi pendekatan sistem adalah evaluasi yang dilakukan melalui sistem atau totalitas dari berbagai komponen yang saling berhubungan dan ketergantungan. Komponen evaluasi yang dimaksud meliputi komponen kebutuhan dan feasibility, komponen input, komponen proses, dan komponen produk .Stuffebeam menyingkatnya sebagai CIPP, yakni context, input, process, product. Komponen-komponen ini harus menjadi landasan pertimbangan dalam evaluasi pembelajaran secara sistematis. Berbeda dengan pendekatan tradisional yang hanya menyentuh komponen produk saja. Mudahnya pendekatan ini tidak hanya mempertimbangkan penilaian kognitif atau penguasaan mata pelajaran saja. Namun melibatkan seluruh komponen yang ada, misalnya keaktifan, afeksi, karakter, atau berbagai komponen lain yang dibutuhkan dalam suatu pembelajaran.
    Dapat disimpulkan bahwa evaluasi pendidikan adalah suatu proses sistematis yang mengumpulkan, menganalisis, menafsirkan, dan mempertimbangkan sekaligus memberikan umpan balik untuk mengetahui tingkat pencapaian terhadap berbagai komponen pendidikan pada satu jalur, jenjang, dan jenis pendidikan sebagai informasi untuk membuat keputusan untuk mempertanggungjawabkan penyelenggaraan pendidikan.

Minggu, 05 Juni 2022

STRATEGI PEMBELAJARAN

Nama : Sari murtini
NIM : 12001308
Kelas : 4G PAI
Makul : Magang 1
            

               STRATEGI PEMBELAJARAN

    Baiklah pada Minggu lalu sebelumnya kita telah membahas mengenai perangkat pembelajaran, untuk Minggu ini pula kita akan membahas tentang strategi pembelajaran.
   Dalam meningkatkan pengetahuan dan kualitas pembelajaran anak-anak atau siswa. Guru atau pendidik perlu memiliki beberapa strategi pembelajaran yang ampuh. Strategi tersebut dibuat supaya siswa maupun mahasiswa cepat paham dan mengerti dari pembelajaran yang diberikan.Selain itu strategi pembelajaran juga bisa berupa cara mengajar supaya siswa merasa nyaman selama belajar.Strategi dalam pembelajaran sangat dibutuhkan bagi siswa. Bukan hanya agar siswa mencapai target yang diinginkan, tapi pendidik juga mendapatkan goals berupa siswa yang berhasil dididik dari strategi tersebut. Pertama kita akan membahas mengenai pengertian strategi pembelajaran , strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Selain itu strategi pembelajaran dapat membantu mengatasi beberapa masalah yang dihadapi oleh siswa selama belajar.Strategi ini dilakukan untuk memantau perkembangan siswa setiap waktu. Jadi, siswa dapat belajar dengan optimal dengan hasil yang memuaskan.
    Strategi pembelajaran ada bermacam-macam jenis , Bila dilihat dari penyajiannya strategi pembelajaran dibagi 2 yaitu ada induktif dan deduktif. Strategi pembelajaran ini sifatnya konseptual atau Semua hal yang berhubungan dengan hasil yang baik pastilah mempunyai konsep yang baik pula di dalamnya. Jadi Strategi atau model pembelajaran ini bisa diimplementasikan dengan bentuk metode pembelajaran yang nyata. Metode pembelajaran yang bisa dipilih dari konsep strategi pembelajaran adalah 1. Ceramah, 2. Diskusi kelompok, 3. Demonstrasi , 4. Simulasi, 5. Pengalaman lapangan, 6. Mind Mapping, 7. Drama.dan lain-lain.
  Dalam kurikulum 2013 strategi pembelajaran atau model pembelajaran ada 5 Yaitu:
1. Strategi discovery Learning (DL) (Menyingkap Pembelajaran)
Untuk strategi discovery learning adalah teori belajar yang didefinisikan sebagai proses pembelajaran yang terjadi bila pelajar tidak disajikan dengan pelajaran dalam bentuk finalnya, tetapi diharapkan mengorganisasi sendiri
2. Strategi inkuiri Learning (IL) (Penyelidikan Pembelajaran)
Strategi ini Didefinisikan oleh Piaget (Sund dan Trowbridge, 1973) sebagai: Pembelajaran yang mempersiapkan situasi bagi anak untuk melakukan eksperimen sendiri; dalam arti luas ingin melihat apa yang terjadi, ingin melakukan sesuatu, ingin menggunakan simbul-simbul dan mencari jawaban atas pertanyaan sendiri, menghubungkan penemuan yang satu dengan penemuan yang lain, membandingkan apa yang ditemukan dengan yang ditemukan orang lain.
3. Strategi Problem Based Learning (PBL) (Pembelajaran berbasis masalah)
Adalah metode pengajaran yang bercirikan adanya permasalahan nyata sebagai konteks untuk para peserta didik belajar berfikir kritis dan keterampilan memecahkan masalah, dan memperoleh pengetahuan (Duch,1995).
4. Strategi Project Based Learning (PBL) (Pembelajaran Berbasis proyek)
Adalah pembelajaran yang menggunakan proyek/kegiatan sebagai media. Peserta didik melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, sintesis, dan informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar.
5. Strategi Saintifik Learning (SL) ( Pembelajaran Ilmiah
Adalah Proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif mengonstruk konsep, hukum atau prinsip melalui tahapan-tahapan mengamati (untuk mengidentifikasi atau menemukan masalah), merumuskan masalah, mengajukan atau merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisis data, menarik kesimpulan dan mengomunikasikan konsep, hukum atau prinsip yang “ditemukan”.
   Kemudian Ada berbagai macam strategi pembelajaran yang diterapkan untuk membuat sukses siswa selama belajar. Berikut beberapa macam strategi dalam pembelajaran yang sering digunakan :
- Metode Simulasi
Metode ini berupa sebuah tiruan yang bisa dicontoh oleh siswa. Tiruan ini diperagakan oleh pendidik supaya siswa dapat memahami konsep tiruan yang diajarkan oleh pendidik. Manfaat dari metode ini adalah meningkatkan semangat siswa agar tidak bosan dengan metode yang sama setiap saat.
- Metode Diskusi
Metode ini umumnya diberikan kepada siswa berupa sebuah masalah. Diskusi dengan teman-teman membuat siswa dapat menemukan hasil dan solusi dari masalah yang diberikan tersebut. Metode ini bisa meningkatkan kerja otak siswa dalam berpikir dan memberikan pendapat.
- Metode Demonstrasi
Metode ini salah satu strategi pembelajaran yang umum dilakukan di beberapa tempat. Demonstrasi dilakukan supaya siswa dapat melatih konsentrasi dalam mendengar, menghormati orang berbicara dan memudahkan siswa dalam mengerti materi. Hal ini karena setiap materi dijelaskan dengan detail oleh pendidik.
Contoh strategi pembelajaran yang sering diterapkan pendidik di banyak tempat adalah sebagai berikut:
1. Permainan peran siswa
Strategi ini dilakukan untuk memungkinkan siswa memainkan peran berdasarkan peran yang diberikan, misalnya guru memberikan contoh peran yang akan dimainkan dalam jangka waktu tertentu. Contoh ini dapat mengajarkan siswa untuk meniru peran orang lain.
2. Pengalaman menulis siswa
 Strategi pembelajaran ini dirancang untuk mengasah kreativitas otak siswa dalam menulis dan mengingat kembali pengalaman lucu atau sedih yang pernah terjadi. Oleh karena itu, siswa dapat mengungkapkan sesuatu melalui tulisan.
 3. Siswa membaca nyaring
Setelah menuliskan pengalaman tersebut, Anda juga dapat mengajak siswa untuk membacakan pengalaman tatap muka dengan lantang di depan kelas. Strategi ini untuk melatih pikiran siswa.
Membaca di depan kelas dapat meningkatkan rasa percaya diri siswa. Selain itu, siswa lain dapat mendengarkan dengan baik apa yang dibacakan teman mereka.
 4. Siswa mencari informasi
Strategi ini dilakukan dalam kelompok-kelompok kecil, masing-masing dengan tema yang berbeda. Untuk setiap topik yang diberikan, informasi harus dicari, baik dari internet atau wawancara dengan nara sumber. Hal ini melatih siswa untuk dapat berdiskusi dengan temannya. Diskusikan hasil atau rujuk ke solusi untuk informasi terbaik.
5. Debat siswa
Contoh strategi pembelajaran ini sangat baik di dalam kelas. Pendidik dapat membagi siswa menjadi dua kelompok dengan mata pelajaran yang sama tetapi berbeda sudut pandang atau kelebihan dan kekurangannya. Debat dimulai dengan memberikan jawaban dan alasan masing-masing kelompok. Hal ini dilakukan agar siswa dapat melatih keterampilan berbicara. Selain itu, siswa dapat memberikan pendapat dan sanggahan terhadap masalah yang dihadapinya
    Pembelajaran ini mempunyai tujuan , tujuan dari pemakaian bermacam-macam strategi pembelajaran adalah agar tercapai standar kompetensi kelulusan. Kopentensi kelulusan meliputi sikap, pengetahuan dan keterampilan.Untuk memperkuat pendekatan ilmiah atau scientific maka diperlukan strategi pembelajaran berbasis menyingkap/penelitian (discovery/inquiry learning) Sedangkan untuk mendorong peserta didik guna menghasilkan karya nyata, baik induvidu maupun kelompok maka strategi penbelajaran berbasis proyek (Project Based learning) sangat ditekankan.

Baiklah sekian pembahasan mengenai strategi pembelajaran untuk Minggu ini, TERIMA KASIH.

PERANGKAT PEMBELAJARAN

Nama : Sari Murtini NIM : 12001308 Kelas : 4G PAI Makul : Magang 1                 Perangkat Pembelajaran      Minggu ini saya akan me...