Deskripsi Biografi Tokoh
Saya memilih : Bidadari Surgaku Ibu
Ibu ku namanya Nurdiana ,orang biasa memanggilnya "Nina" ,dalam pendidikan ibu hanya tamatan SMA ,ia anak kedua dari 3 bersaudara ,kedua orang tua ibuku atau lebih tepatnya nenek dan kakek dari sebelah ibuku sudah lama meninggal , Ibuku memiliki wajah yang sedikit oval,dan memiliki tubuh yang tinggi ,kulitnya berwarna kuning langsat ,hidungnya tidak begitu mancung ,memiliki bibir tipis dan kemerahan , dan memiliki bentuk mata yang sedikit bulat.
Ibu ku bekerja sebagai penjahit dirumah,bakat menjahit ibu turun temurun dari nenek,nenek dulu juga seorang penjahit tapi setelah tua ibu ku lah menggantikan nenek dalam dunia penjahitan,kalau dimalam hari ibu ku harus memakai lampu yang cukup terang untuk menjahit karena matanya yang sudah mulai buram, karena mungkin faktor umur. Sebelum benar-benar handal menjadi seorang penjahit ,dulu ibu ku juga mengikuti kursus menjahit dan akhirnya bisa menjadi penjahit yang handal sekarang,ibuku bercerita setelah tamat SMA ia langsung masuk dikursus menjahit selama 9 bulan dipontianak,kursus menjahit yang ibuku ikuti sebenarnya hanya 6 bulan tetapi ibuku menambah 3 bulan lagi untuk memperdalam dunia perjahitan dengan mengikuti kursus model-model baju ,ibu ku tidak sendirian ,ia mempunyai 2 orang sahabat yang sama-sama ikut dalam kursus itu ,2 orang sahabatnya itu juga tinggal satu tempat dengan ibuku ,setiap harinya ibuku pergi kursus dengan 2 orang sahabatnya ini. Dan disaat ibuku bercerita ,ibuku langsung menyuruhku untuk masuk dikursus menjahit saja , "sari tidak mau ikut kursus gitu ma, mending sari belajar langsung dari mama kan kebih enak kayaknya bisa sekalian kuliah online juga dirumah ", itu lah kata yang ku ucapkan ke ibu ku,aku menolaknya dan lebih memilih ingin belajar langsung dari ibu saja ,aku menolaknya karena alasan aku akan melanjutkan dunia perkuliahan.
Ibu ku seorang penjahit yang handal menurutku dan juga menurut para pelanggan ibu,bukan hanya pelanggan yang sering menjahit disini ,orang-orang yang baru mengenal jahitan ibu pun banyak sekali membawa baju yang ingin dijahit ke ibu,dirumah ku ini sudah penuh dengan baju-baju yang ingin dipermak orang,begitu pun kain potong yang belum dijadikan baju begitu banyak terletak di atas meja khusus jahitan ibu ku. Orang-orang biasanya lebih sering membuat baju baru dari pada mempermak baju,biasa baju yang ibu ku buat jarang dengan jumlah yang sedikit ,paling sedikit bahan yang orang pesan ingin dijadikan baju itu sekitar 5 buah,kadang ibu ku juga menerima baju-baju majelis ta'lim yang berkisaran ratusan meter bahan dan harus menjadikan puluhan baju baru.
Ibu ku sering sekali lembur untuk menyelesaikan jahitan para pelanggannya,kalau dimalam hari mata ibuku sedikit buram karena mungkin faktor umur ,kalau sudah begitu biasanya tangan ku ingin sekali tergerak untuk membantu tapi sayangnya aku tidak tau sama sekali untuk membantu apa ,karena aku sendiri pun tidak tau cara nya menjahit ,ibu ku pernah menyuruh ku untuk belajar menjahit ,dulu disaat aku duduk di bangku SMP aku sering mencobanya sendiri bila ibu ku tidak ada dirumah tapi percobaan itu malah membuat mesin jahit ibuku bermasalah ,mungkin aku memang tidak punya bakat menjahit seperti ibuku,tapi sekarang untuk menjahit pakaian ku yang robek aku sudah bisa sedikit demi sedikit memakai mesin jahit punya ibu ku berbeda dengan pas dulu aku SMP malah membuat benangnya kusut.
Aku kadang begitu sangat kasihan kepada ibu biasanya ia tidak tidur semalaman dan menahan ngantuknya hanya untuk menyelesaikan jahitan yang ingin segera di ambil pelanggan.Biasanya harga jahitannya pun tidak seberapa banyak yang didapat, tidak setara dengan letih yang ibu dapat.Tapi aku begitu bangga kepada ibu,ia lebih mementingkan kualitas jahitannya dan membuat para pelanggan puas dengan hasilnya ketimbang harga yang didapat.Pada saat banyak jahitan kadang waktu istirahat ibuku pun berkurang,ibuku memiliki kebiasaan disiang hari untuk tidur siang kalau tidak sibuk dengan jahitan,tapi kalau disaat banyak jahitan waktu tidur siang ibu ku tidak lah ada,kalau sudah benar-benar banyak jahitan ibu ku super sibuk,aku biasa melihat ibu terlelap sebentar dikursi mesin jahitnya itu,aku tau pasti ibu sangat lelah tapi biarpun begitu ibu tetap memilih mengalah dengan kebiasaan tidur siangnya.
Disaat malam hari ,pasti badan ibu sangat lelah ,tapi demi mengejar jahitan untuk diselesaikan cepat ibu tetap memilih untuk lembur ,kadang ibu tidur sebentar ,disitu aku sangat begitu kasihan dengan ibu ,aku lihat wajah ibu yang begitu lelah ,tapi aku sendiri pun bingung harus bantu ibu apa , sedangkan aku sendiri pun tidak begitu tau bakat-bakat menjahit ,apa lagi harus membantu menyelesaikan jahitan baju baru seperti itu.Ya disaat ibu istirahat sebentar dimalam hari ,ibu pun selalu berbicara kepadaku seperti ini "kalau ibu tidur bangunin ibu ya,jangan sampai tidak" ,kata-kata yang biasa ibu sebutkan kepadaku saat ibu istirahat sebentar,kata-kata itu pun membuat aku sedikit bingung ,disatu sisi kalau aku membangunkan ibu ,aku sangat kasihan karena aku melihat wajah ibu yang lelah itu,tapi disatu sisi itu juga kalau aku tidak membangunkan ibu, jahitan ibu tidak selesai,ya biasa kalau sudah diposisi bingung sepeti itu aku terpaksa harus memilih membangunkan ibu,tapi disaat itu aku begitu kasihan dengan ibu,lelah ibu pasti belum hilang kalau hanya istirahat sebentar sepeti itu.
Kalau disaat jahitannya sudah selesai , kadang orang-orang pun tidak langsung bayar,biasa orang harus ngutang dulu kepada ibu,tapi ibu tidak sekali keberatan kalau orang belum bayar seperti itu,kalau sudah begitu aku pun langsung berbicara kepada ibu dan bilang , "masak ibu mau menerima hutangan orang seperti itu sih,ibu kan udah capek-capek sampai lembur ngerjainnya ,masak malah nggak dibayar gitu sih bu" ,lalu ibupun langsung bicara kepadaku , "kita harus tolong menolong ,mungkin disaat itu orang belum punya uang untuk biaya bajunya ,tidak apa nanti juga dibayar".kata-kata itu sudah hapal untukku karena ya begitu sering sekali orang menjahit di ibuku tidak langsung bayar. Ya kalau sudah dengar ucapan ibu seperti itu,aku juga langsung berpikir ,ibu yang capek-capek menjahit aja tidak marah dengan orang yang berhutang,malah aku yang marah ,disaat itu lah aku dapat pelajaran dari ibu ,bahwa kita harus saling tolong-menolong ,tidak semua hal seperti itu kita paksakan ke orang,kalau orang tidak bayar ya mungkin rezeki kita belum disitu kata ibu.
Ibu benar-benar sosok yang membuat aku kagum,ibu benar-benar sosok yang tiada duanya didunia ,ibu benar-benar sosok yang hebat dimataku, benar-benar bidadari surgaku ,aku begitu bangga kepada ibu.
Terima kasih bu telah melahirkan,membesarkan dan menjaga ku dari kecil,ibu telah banyak mengajarkan ku banyak hal tentang kebaikan , terima kasih bu telah mengajarkan ku tentang keikhlasan , kesabaran,dan saling tolong menolong nya,aku sayang ibu,i love you Bu.
Sekian biografi saya tentang sosok bidadari surga ku,semoga suka dengan ceritanya dan dapat diambil yang bermanfaat nya ,sekian terima kasih :)
